Bagini prospek penerbitan MTN di tengah pandemi Covid-19



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi yang tertekan oleh pandemi Covid-19 berdampak pada kemampuan korporasi untuk membayar utang. Mengulik laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, beberapa perusahaan mengambil tindakan untuk menunda pembayaran bunga atawa gagal bayar pada surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN).

Salah satunya,  PT Tema Jaya gagal membayar kewajiban bunga MTN yang jatuh tempo pada Selasa (26/5). Di tanggal yang sama, MTN Mulia Citra Lestari I Seri A-E Tahun 2016 ke-15 juga mengumumkan penundaan pembayaran bunga.

Head of Economy Research Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana mengatakan, minat investor pada MTN akan tetap ada meski terselip aksi gagal bayar ketika pandemi Covid-19. 


Salah satu faktor yang membuat investor melirik MTN adalah tawaran kupon yang cenderung lebih tinggi dari obligasi korporasi dan pemerintah.

Baca Juga: Likuiditas Ketat, Tiphone (TELE) Menghadapi Risiko Pembayaran Obligasi Jatuh Tempo

Hanya saja, dia mengingatkan setiap instrumen investasi memiliki risiko. Pada MTN ada yang memiliki rating (peringkat) dan tidak. 

"Agak tricky karena MTN ada yang tidak mempunyai rating sehingga risiko kredit sulit terukur, tetapi jika MTN memiliki peringkat baik di atas investment grade, saya pikir tawaran tersebut masih menjanjikan," jelas Fikri, Rabu (27/5). 

Oleh karena itu, alangkah baiknya investor lebih memilih MTN yang memiliki rating. Bagaimanapun risiko kredit bisa tergambar dari rating instrumen tersebut sehingga bisa memperlihatkan risiko gagal bayar atau default.

Editor: Anna Suci Perwitasari