Bahan baku vaksin Covid-19 masih 23 juta dosis, pemberian vaksinasi diprioritaskan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adanya embargo dari beberapa negara mempengaruhi jadwal pengiriman vaksin Covid-19 ke Indonesia. Namun Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa saat ini stok vaksin masih aman untuk berlangsungnya program vaksinasi Covid-19.

Hanya saja dilakukan prioritas pemberian kepada kelompok masyarakat yang dinilai rentan tertular Covid-19, yaitu 60% kepada lansia dan 40% kepada guru dan tenaga pendidikan. Di mana prioritas tersebut juga menjadi rekomendasi WHO.

Total ada sekitar 57 juta dosis vaksin yang sudah diterima Indonesia baik dalam bentuk jadi ataupun bahan baku (bulk). Dari 57 juta dosis tersebut kemudian diolah menjadi 47 juta dosis vaksin jadi.


Baca Juga: Sudah disuntik vaksin Covid-19? Perhatikan konsumsi makanan ini

Lebih lanjut Nadia menerangkan, dari angka tersebut sudah ada 24 juta dosis vaksin yang sudah didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah yang telah terdistribusi tersebut termasuk juga 3 juta vaksin Sinovac yang digunakan pada tahap pertama, dan 1,1 juta vaksin AstraZeneca.

Sedangkan sisanya yaitu 20 juta yang saat ini digunakan untuk vaksinasi tahap kedua bagi lansia dan petugas pelayanan publik.

"Jadi sudah ada 24 juta dosis, kalau kita melihat saat ini yang sudah mendapatkan suntikan dosis satu dan kedua itu kurang lebih 15 juta orang. Jadi berarti kita tahu ada sekitar 9 juta [dosis] yang masih beredar dan terbagi baik itu di gudang provinsi dan kabupaten/kota maupun di fasilitas pelayanan kesehatan," kata Nadia dalam konferensi pers virtual Kementerian Kesehatan pada Senin (12/4).

Sementara itu stok 23 juta dosis vaksin yang masih dalam bentuk bahan baku, nantinya akan diolah Biofarma di bulan April ini. Maka bulan April ini akan ada sekitar 7 sampai 11 juta dosis vaksin jadi yang akan bisa memenuhi kebutuhan vaksinasi.

Editor: Yudho Winarto