Bank Dunia: Utang negara-negara miskin catat rekor US$ 860 miliar di tahun 2020



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bank Dunia pada hari Senin (11/10) merilis laporan terbaru yang menunjukkan bahwa utang negara-negara miskin melonjak hingga 12% pada tahun 2020. Secara keseluruhan, utang yang tercatat mencapai US$860 miliar.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan bahwa setengah dari negara-negara termiskin di dunia berada dalam kesulitan utang luar negeri atau setidaknya berisiko tinggi.

Malpass mengatakan tingkat utang yang berkelanjutan diperlukan untuk membantu negara-negara mencapai pemulihan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.


"Kita membutuhkan pendekatan yang komprehensif untuk masalah utang. Termasuk di antaranya adalah pengurangan utang, restrukturisasi yang lebih cepat dan transparansi yang lebih baik," kata Malpass, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Masa berakhirnya mata uang fisik dan uang tunai semakin dekat, ini penjelasan ekonom

Laporan menunjukkan stok utang luar negeri negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, jika digabungkan, naik 5,3% pada tahun 2020 menjadi US$8,7 triliun. Kondisi ini terjadi semua kawasan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa arus masuk kreditur multilateral ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah naik menjadi US$117 miliar pada tahun 2020, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Sedangkan pinjaman bersih ke negara-negara berpenghasilan rendah naik 25% menjadi US$71 miliar, angka ini juga yang tertinggi dalam satu dekade. Di antara jumlah tersebut, IMF dan kreditur multilateral lainnya menyediakan US$42 miliar dan kreditor bilateral US$10 miliar.

Bank Dunia menyebut kenaikan utang luar negeri melampaui pendapatan nasional bruto (GNI) dan pertumbuhan ekspor naik lima poin persentase menjadi 42% pada tahun 2020. Sementara itu, rasio utang terhadap ekspor mereka melonjak dari 126% ke 154% pada tahun 2020.

Baca Juga: BBM langka, jaringan telekomunikasi Lebanon terancam runtuh