Bank Mandiri salurkan pembiayaan ke sektor UMKM hingga Rp 114,58 triliun



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  secara bank only mencatat telah menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp 114,58 triliun hingga akhir Agustus 2021. Nilai tersebut tumbuh 18,52% dari periode yang sama tahun lalu.

Dari nilai tersebut, penyaluran pembiayaan yang dilakukan secara online telah mencapai Rp 22,9 miliar yang telah diberikan kepada seller online mitra eCommerce.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso bilang saat ini dunia digital terus bergerak ke arah yang semakin canggih, untuk itu pelaku usaha secara aktif perlu menambah ilmu dan wawasan agar tak ketinggalan atau kalah saing.  Apalagi, potensi ekonomi digital di Indonesia dinilai masih sangat besar.


Guna mendukung UMKM di tengan pandemi Covid-19, Bank Mandiri dan Yokke menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menggelar Virtual Workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” di Jakarta, Rabu (13/10) dengan mengundang ribuan peserta pelaku UMKM.

Baca Juga: IHSG ditutup di zona hijau, ini saham-saham top gainers di LQ45

Menurut Josephus, inisiatif pelaksanaan event ini sangat selaras dengan upaya Pemerintah dalam mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk bertransformasi ke platform digital. Apalagi, saat ini perkembangan UMKM Digital pun semakin masif.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM yang sudah onboarding ke dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta atau 24,9% dari total pelaku UMKM yang sekitar 65 juta unit. Jumlah ini meningkat signifikan selama pandemi Covid-19, sebelum pandemi Covid-19 pelaku UMKM yang terhubung dalam platform digital baru sebanyak 8 juta UMKM. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital pada tahun 2024 nanti.

Sehingga perlu dilakukan terobosan dan inovasi untuk mengembangkan UMKM dalam negeri agar bisa bersaing. Salah satunya adalah dengan upaya digitalisasi. Oleh karena itu, pemerintah mengajak para pelaku ekonomi dan juga pelaku startup, berpartisipasi secara aktif mendukung proses digitalisasi ini.

"Perkembangan digital yang pesat dan masif harus disambut sebagai momentum untuk beradaptasi agar bisnis dapat tumbuh lebih cepat dan mampu bersaing, meski masih dibayangi pandemi. Kami berharap UMKM bisa bangkit dan naik kelas agar bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekonomi," ujar Josephus secara virtual pada Rabu (13/10). 

Baca Juga: Asing catat net buy Rp 1,20 T saat IHSG menguat, saham-saham ini banyak diborong

Hasil survei dari Google dan Temasek mencatat, ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun. Sedangkan hasil survei Bank Indonesia pada 2020 mencatat nilai transaksi ekonomi digital melalui e-commerce mencapai Rp 253 triliun pada 2024.

Yokke memahami bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan akses pada permodalan. Ia menyebut pelaku usaha juga perlu dilengkapi dengan platform yang memudahkan mereka untuk mengelola usahanya, sehingga mereka tidak lagi direpotkan dengan hal-hal seperti pencatatan manual untuk penjualan dan inventori.

Editor: Noverius Laoli