Bank penyalur KUR yakin bisa serap kuota tahun ini meski ada pandemi corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan tetap berkomitmen untuk bisa menyalurkan kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperoleh masing-masing bank tahun ini meskipun para penerima KUR saat ini banyak terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Bank Mandiri misalnya tetap berkomitmen untuk bisa menyalurkan kuota KUR sebanyak Rp 30 triliun yang diperoleh perseroan tahun ini meskipun sampai dengan April serapannya masih rendah.

Baca Juga: Transaksi remitansi BRI tumbuh pesat di tengah pandemi


Agar bisa terserap di tengah tekanan pandemi ini, Rully Setiawan, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri mengatakan, pihaknya sedang berupaya mempercepat proses verifikasi permohonan dan proses persetujuan atas restrukturisasi kredit para debitur KUR terdampak Covid-19 sehingga mereka dapat terus menjalankan kegiatan usaha.

Dalam penyaluran KUR tersebut, Bank Mandiri akan tetap mengedepankan kehati-hatian dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. "Penyaluran KUR akan difokuskan pada sektor terkait ketahanan pangan," kata Rully pada Kontan.co.id, Kamis (4/6)

Sementara sepanjang Januari-April 2020, Bank Mandiri baru berhasil menyalurkan Rp 6,7 triliun KUR atau 22,3% dari kuota yang diperoleh perseroan dari pemerintah. tu diserap oleh sektor-sektor yang dinilai Bank Mandiri relatif aman dari dampak Covid-19 seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Sektor-sektor tersebut akan tetap jadi sasaran utama Bank Mandiri dalam menyalurkan KUR ke depan. Pasalnya, sektor bisnis tersebut berpengaruh pada pencapaian strategi ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Kehadiran Tapera bisa bikin penyaluran kredit BTN makin kencang

Rully melihat sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan memiliki prospek yang cukup baik saat ini karena tidak terdampak pandemi covid-19 secara signifikan. Hingga akhir Mei, total KUR yang sudah direstrukturisasi Bank Mandiri mencapai Rp 9,6 triliun dengan 135.000 debitur.

Editor: Tendi Mahadi