Banyak aksi penjarahan pasca kerusuhan Minneapolis, peritel AS kembali tutup tokonya



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Raksasa ritel Target Corp mengatakan mereka menutup toko di seluruh Amerika Serikat karena peritel sudah mulai goyah akibat terimbas pandemi virus corona di tengah protes yang berujung penjarahan di banyak kota di AS.

Mengutip Reuters, Senin (1/6), aksi protes berubah menjadi kekerasan di beberapa tempat termasuk New York dan Chicago setelah kematian seorang pria kulit hitam di Minneapolis, George Floyd.

Di Los Angeles, protes menyebabkan penjarahan toko pakaian Alexander McQueen di Rodeo Drive, dan toko Gucci di strip yang dibanggakan ditandai dengan slogan grafiti: "Makanlah orang kaya," menurut laporan media setempat.


Baca Juga: Trump mengatakan militer dapat merespons dengan cepat kerusuhan Minneapolis

Di Grove Shopping Centre di dekatnya, yang menampung 51 toko kelas atas, Nordstrom, Ray Ban, dan Apple dibobol. Nordstrom Inc menutup sementara semua tokonya pada hari Minggu, katanya kepada Reuters dalam sebuah pernyataan melalui email.

"Kami berharap untuk membuka kembali toko kami sesegera mungkin," kata pernyataan itu. 

"Kami terdampak pada beberapa dari mereka dan sedang dalam proses menilai kerusakan sehingga kami dapat melanjutkan melayani pelanggan."

Editor: Herlina Kartika Dewi