Banyak bencana, klaim asuransi 2018 diproyeksikan naik 7%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA  Klaim asuransi umum diproyeksi meningkat pada akhir 2018. Sejumlah bencana besar yang terjadi pada tahun ini turut mendorong kenaikan pembayaran klaim di industri asuransi umum.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksi peningkatan klaim tersebut di angka satu digit, yaitu sekitar 7% pada kuartal IV 2018. Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimuthe mengatakan, estimasi klaim tersebut meningkat berdasarkan asumsi bahwa pembayarkan klaim untuk menanggung risiko bencana naik, sedangkan klaim jenis lain konstan.

Kenaikan klaim disebabkan tiga bencana alam besar dan kecelakaan pesawat yang berkontribusi pada kenaikan pembayaran klaim industri, yaitu gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), gempa dan tsunami di Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng), serta tsunami di Selat Sunda.


Di samping itu, adapula insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018. "Dengan asumsi tidak ada lonjakan pembayaran klaim yang dibayarkan kecuali penyelesain klaim bencana di Lombok dan Palu, kami memproyeksikan peningkatan klaim 7% dibandingkan akhir tahun 2017," kata Dody kepada Kontan.co.id, Rabu (2/1).

Ia menjelaskan, bahwa pembayaran klaim dari bencana di Selat Sunda diperkirakan akan selesai pada kuartal I 2019. Sayangnya, asosiasi belum bisa bisa menyebutkan berapa nilai klaim tersebut karena masih menunggu data lengkap dari anggota asosiasi pada Februari 2018.

Editor: Noverius Laoli