Banyak yang tak menyangka, Kim Jong Un minta maaf ke Korsel atas kejadian ini



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Di luar dugaan banyak pihak, Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un mengatakan penyesalannya atas kematian seorang warga Korea Selatan yang dilaporkan hilang. Melansir Reuters, Korut mengakui telah melakukan aksi penembakan terhadap warga yang ternyata merupakan pejabat perikanan Korsel. 

Departemen Front Bersatu Korea Utara, yang bertanggung jawab atas hubungan lintas batas kedua Korea, melayangkan surat ke kantor Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sehari setelah pejabat Seoul mengatakan tentara Korea Utara membunuh seorang warga Korea Selatan sebelum menyiram tubuhnya dengan minyak, lalu membakarnya.

Surat yang mengutip pemimpin Korea Utara Kim Jong Un itu mengatakan dia menyesal bahwa insiden itu mengecewakan publik Korea Selatan dan seharusnya tidak terjadi.


Menurut isi surat tersebut, tentara Korut melepaskan lebih dari 10 tembakan ke pria itu setelah dia tidak mengungkapkan identitasnya dan mencoba melarikan diri.

Baca Juga: Kembali panas, Korea Selatan tingkatkan pemantauan militer terhadap Korea Utara

Sebelumnya diberitakan, melansir BBC, Seoul mengatakan, pejabat yang bekerja untuk departemen perikanan, menghilang dari kapal patroli dekat perbatasan dan kemudian ditemukan di perairan Utara. 

Menurut Kementerian Pertahanan Korsel, tentara Korut menembaknya, kemudian menuangkan minyak ke tubuhnya lalu membakarnya. Tindakan itu diyakini sebagai tindakan anti-virus corona.

Perbatasan antara Korea diawasi dengan ketat, dan Korut diperkirakan memiliki kebijakan "tembak-untuk-bunuh" demi mencegah Covid-19 memasuki negara itu.

Baca Juga: Begini ketegangan di Semenanjung Korea 2017, saat AS dan Korea Utara tembak rudal

Insiden itu merupakan kali kedua pasukan Korut menembak dan membunuh seorang warga sipil Korea Selatan. Pada Juli 2008, seorang turis ditembak oleh seorang tentara di Gunung Kumgang.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie