Bareskrim selidiki fraud Duniatex Group, begini respons kreditur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank yang menjadi kreditur mendukung langkah Bareskrim Polri yang telah memulai investigasi kepada Duniatex Group. Investigasi dilakukan lantaran Duniatex diduga melakukan fraud, penggelapan, pengabaian, dan pencucian uang.

Senin (23/9), Debtwire melaporkan, Bareskrim Polri mulai menggelar invetigasi terhadap PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), PT Delta Dunia Textile (DDT), PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST), Delta Dunia Sandang Textile (DMST), PT Delta Setia Sandang Asli Tekstil (DSSAT) and Perusahaan Dagang dan Perindustrian Damai alias Damaitex.

Baca Juga: Ada dugaan fraud dalam kasus gagal bayar Duniatex, Bareskrim lakukan investigasi


“Kami menanggapi positif penyelidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Harapannya penyelidikan ini bisa membantu kreditur memperoleh recover yang baik,” kata Chief of Credit PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Dadi Budiana kepada Kontan.co.id, Rabu (25/9).

Sayangnya, Dadi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait proses penyelidikan oleh Bareskrim. Sebagai informasi, dari lansiran Debtwire, Bareskrim dilaporkan telah memeriksa salah satu petinggi Duniatex di Jakarta, termasuk melakukan pemeriksaan pabrik di Solo.

Sejumlah kreditur bank juga telah dimintai keterangan terkait. “Kalau mengenai proses penyelidikan, termasuk informasi mengenai catatan keuangan Duniatex saya tidak bisa memberikan jawabannya,” lanjutya.

Dari catatan Debtwire lainnya, hingga Maret 2019 Bank Danamon tercatat masih memiliki eksposur kredit senilai Rp 217 miliar kepada DSSAT.

Sebelumnya, Dadi juga sempat menyatakan status kredit tersebut berada di level kolektibilitas dua alias sebelum masuk kategori kredit macet pada kolektibilitas 3. 

Baca Juga: Bareskrim investigasi dugaan fraud hingga pencucian uang oleh Duniatex

Terkait hal tersebut, perseroan disebutnya juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi dengan menyiapkan biaya provisi terkait eksposur kreditnya. Sayang Dadi dengan menjelaskan berapa nilai maupun porsinya.