Bea Cukai paparkan capaian National Logistics Ecosystem hingga semester I 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. National Logistics Ecosystem (NLE) telah memasuki tahun kedua sejak dibangun pada Juni 2020 lalu dan telah menghasilkan beberapa capaian. 

Penataan ekosistem logistik nasional yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tersebut merupakan kolaborasi kinerja dari berbagai Kementerian dan instansi pemerintah dengan tujuan meningkatkan efisiensi logistik melalui transparansi transaksi layanan logistik, transparansi waktu untuk masing-masing layanan logistik dan nilai tambah untuk setiap rupiah yang dikeluarkan.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa NLE memiliki strategi pembangunan dan rencana kerja yang diupayakan akan selesai pada tahun 2024.


“Dalam tahap penyelesaian rencana kerja tersebut, hingga semester I-2021 NLE telah mengalami beberapa perkembangan capaian yang berdampak pada sistem logistik nasional,” ujar Syarif dalam keterangan resminya, Jumat (9/7).

Baca Juga: Pemerintah beberkan peran pajak selama pandemi corona

Syarif memaparkan perkembangan capaian yang pertama yaitu simplifikasi proses bisnis pemerintah melalui Single Submission (SSm), dengan harapan tidak ada lagi repetisi dan duplikasi proses dokumen, terwujudnya integrasi dan harmonisasi kebijakan layanan logistik, serta lalu lintas komoditi dapat terawasi. Sehingga, simplifikasi ini akan berdampak pada biaya administrasi, biaya timbun dan handling.

Sejak diberlakukan pada Juni 2020, SSm Pabean dan Karantina di empat pelabuhan (Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan) hingga April 2021 dinilai mampu mendorong efisiensi biaya timbun dan handling sebesar Rp 41,57 miliar dengan efisiensi waktu 17,59% dibandingkan pada Mei 2020 sebelum diberlakukan SSm.

Kemudian, untuk SSm perizinan telah diajukan sebanyak 23 dokumen impor vaksin sejumlah total 2,6 juta vial untuk periode Januari-Juni 2021. Juga tercatat sebanyak 259 pengajuan SSm Ekspor Alat Kesehatan dan telah disetujui sebanyak 16.657 permohonan SSm Perizinan Impor Komoditi Covid-19.

Selain itu, ship to ship (STS) – floating storage unit (FSU) di Batam melalui Batam Logistics Ecosystem (BLE) mencapai 56 transaksi untuk periode Oktober 2020-Juni 2021. SSm pengangkut juga telah dilakukan uji coba sistem pada Juni 2021 di Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Juga: Bea Cukai mempercepat pengeluaran vaksin Covid-19 hibah dari Jepang

Capaian kedua, lanjut Syarif, yaitu kolaborasi layanan logistik pemerintah dan swasta, dengan harapan transaksi dapat dilakukan secara langsung melalui berbagai platform, sehingga berdampak pada transparansi pasar, informasi yang simetris, dan hilangnya biaya yang tidak perlu.

Delivery Online (DO) di empat pelabuhan periode transaksi Januari-Mei 2021 sebanyak 23.590 DO release atas 69.421 kontainer. Kemudian, Surat Penyerahan Petikemas (SP2) online di lima pelabuhan (Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Makassar dan Belawan) sebanyak 2,03 juta SP2 online release untuk 7,5 juta kontainer.

Editor: Noverius Laoli