Beban membengkak, laba bersih Intiland tergerus 39,2% di semester I-2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Intiland Development Tbk (DILD) mengalami perlambatan di semester I 2018 meskipun pendapatan usaha perusahaan masih meningkat. Laba bersih pengembang ini melorot 39,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 (year on year/yoy).

Intiland hanya mampu mengantongi laba bersih Rp142 miliar selama paru pertama 2018. Padahal pada semester I tahun lalu, perusahaan membukukan net profit Rp 234 miliar. Artinya, ada penurusan sampai Rp 92 miliar.

Sementara pendapatan usaha perusahaan properti ini masih mengalami pertumbuhan sebesar 34,9% dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,8 triliun.


“Penurunan kinerja laba terutama karena adanya peningkatan biaya operasional dan beban bunga,”ungkap Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD dalam keterangan resminya, Rabu (15/8).

Beban langsung dan beban pokok penjualan Intiland meningkat 69,8% yoy menjadi Rp 1,28 triliun. Beban usahanya juga membengkak 15,2% menjadi Rp 347 miliar dan beban bunga baik 7,5% menjadi Rp 128,9 miliar.

Sementara pendapatan usaha DILD terutama berasal dari meningkatnya pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan kawasan perumahan dan penjualan lahan non-core.

Lonjakan segmen ini, terutama berasal sumber dari pengakuan penjualan unit-unit rumah di kawasan perumahan Graha Natura Surabaya.

Pengembangan kawasan perumahan menyumbang pendapatan Rp1,1 triliun atau 61,3%. Ini melonjak lebih dari 400% dari hasil di semester I 2017 yang hanya Rp 220 miliar. Pengembangan mixed use & high rise berkontribusi Rp 422,2 miliar atau 23,4 %, itu naik 33,6% dari periode yang sama tahun lalu.

Editor: Handoyo .