Begini strategi bank menjaga margin di tengah tantangan pandemi corona (Covid-19)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan kian menipis sejalan dengan tekanan pandemi Covid-19. Penurunan kualitas kredit dan skema restrukturisasi yang dilakukan bank akan semakin menggerus margin. Perbankan pun sudah merevisi target NIM tahun ini untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini. Proyeksi awal tahun sudah tak lagi relevan dengan adanya pandemi.

Lalu apa strategi perbankan agar target bank agar target NIM baru tidak meleset lagi dan bisa dikejar sampai akhir tahun? PT Bank Mandiri Tbk akan fokus menjadi biaya dana sebagai salah satu strategi utama dalam menjaga pertumbuhan margin tahun ini.

Baca Juga: Khawatirkan nasib uangnya, nasabah Bank Bukopin rela bolak-balik untuk tarik dana


Semula, Bank Mandiri menargetkan NIM tahun ini sekitar 5,4%-5,6%. Namun, seiring bertambahnya tekanan yang dihadapi industri perbankan, perseroan memutuskan merevisi target jadi 4,4%-4,6%. Adapun di kuartal I, bank pelat merah ini mencatatkan NIM sebesar 5,4%.

Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, perseroan akan mempertimbangkan suku bunga acuan, kondisi likuiditas dan pemantauan suku bunga di pasar dalam menentukan cost of fund atau biaya dana

Ia bilang, dengan turunnya suku bunga acuan dan adanya penyesuaian suku bunga di pasar maka Bank Mandiri tentunya perlu melakukan penyesuaian terhadap suku bunga yang ditawarkan. "Disamping itu, Bank Mandiri juga fokus meningkatkan dana murah agar NIM tetap terjaga," kata Hery pada Kontan.co.id, Senin (29/6).

Editor: Handoyo .