Begini strategi produsen kosmetik penetrasi pasar di 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri kosmetik bakal mendorong promosi dan penjualan diberbagai lini, baik ritel maupun digital. Sebab sektor ini mampu tumbuh dengan baik, dimana pada tahun lalu bisnis kosmetik diprediksi meningkat di level 9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produsen kosmetik Wardah, PT Paragon Technology and Innovation (PTI) tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Perusahaan optimistis tahun ini pertumbuhan bisnis kosmetik bakal lebih baik lagi.

Baca Juga: Mandom Indonesia (TCID) gali potensi bisnis kosmetik di e-commerce


"Market belum jenuh jadi masih banyak potensi untuk meningkatkan penetrasi," terang Shabrina Salsabilla, Brand Manager Wardah Cosmetics kepada Kontan.co.id, Jumat (31/1). Maka dari itu perseroan memperkuat jejaring promosi dan distribusinya.

Shabrina bilang, untuk segmen e-commerce memang terasa peningkatan yang sangat signifikan. Namun demikian perkembangan di ritel dan toko produk kecantikan juga masih tumbuh sehingga, PTI tetap fokus di kedua saluran penjualan tersebut.

Adapun perkembangan bisnis Paragon sejauh ini dinilai masih baik dan sudah sesuai target. Memang kompetisi semakin ketat dengan banyaknya bermunculan brand baru baik dari dalam negeri dan juga brand luar negeri, Namun Shabrina bilang pihaknya akan bekerja keras agar tetap memimpin pasar, baik itu di inovasi produk, strategi marketing, maupun distribusi.

Sampai tahun 2020 ini perusahaan masih akan meluncurkan sekitar 230 stock keeping unit (SKU) baru. Saat ini PTI memiliki brand seperti Wardah, Emina dan Make Over dengan total SKU yang aktif mencapai 400 jenis produk.

Baca Juga: Tokopedia hingga Shopee tanggapi beleid pajak barang impor dalam PMK 199/2019

Editor: Handoyo .