BEI: IPO unicorn bermanfaat untuk pendalaman pasar domestik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan persiapan guna mengakomodasi perusahaan-perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi lebih dari US$1 miliar (unicorn) untuk segera melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di bursa.

Kepala Divisi Pengembangan Start-up dan SME BEI Aditya Nugraha mengatakan bahwa IPO Unicorn ini akan bermanfaat bagi pendalaman pasar modal Indonesia.

Salah satu potensi manfaat yang akan didapatkan jika unicorn melantai di bursa adalah peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) pasar modal Indonesia.


“Potensi peningkatan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp 553,9 triliun atau sebesar 7,69% dengan tercatatnya 6 perusahaan unicorn di Indonesia,” ujar Aditya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7).

Baca Juga: 25 Perusahaan bersiap IPO, perusahaan skala besar mendominasi

Aditya menuturkan, keberhasilan unicorn IPO di pasar modal Indonesia akan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia dan meningkatkan hasrat calon unicorn lainnya untuk IPO dan tercatat di BEI.

“Terdapat sekitar 37 perusahaan yang berkategori centaur (startup dengan valuasi US$ 100 juta-US$ 1 miliar) juga berpotensi ke depan untuk IPO dengan nilai fundraised dan nilai kapitalisasi pasar yang besar,” jelas Aditya.

Selain itu, Aditya menerangkan bahwa jumlah pengguna yang besar dari masing-masing perusahaan teknologi di Indonesia memunculkan potensi pertumbuhan investor di pasar modal Indonesia melalui konversi pengguna menjadi investor perusahaan tersebut.

"Jadi, number of new investor, potensinya sangat besar. Ini menjadi salah satu aspek yang kita harapkan akan meningkat ketika unicorn IPO atau listing di BEI,” jelasnya.

Editor: Yudho Winarto