Berang, Mahathir: Muhyiddin bukan Perdana Menteri yang sah!



KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Mahathir Mohamad mengklaim bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang baru saja dilantik tidak memiliki dukungan mayoritas di Dewan Rakyat.

Melansir The Star, Mahathir juga menegaskan, Muhyiddin bukan perdana menteri yang sah karena dirinya belum mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen untuk menjadi perdana menteri.

"Sangat aneh bahwa setelah pemilihan, pemenang harus membentuk pemerintahan, tetapi di sini kita akan melihat yang kalah dari pemilihan yang sama membentuk pemerintah sementara pemenang menjadi oposisi," katanya dalam konferensi pers di Yayasan Al-Bukhary kemarin seperti yang dikutip The Stars.


Baca Juga: Bicara soal kejatuhannya, Mahathir: Semua gara-gara Muhyiddin dan Anwar Ibrahim

Namun, Mahathir mengatakan dia tidak akan pergi ke istana untuk menyajikan daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya.

“Yang di-Pertuan Agong tidak akan melihat saya lagi dan dengan demikian menunjuk Muhyiddin sebagai perdana menteri.

“Saya tidak punya kesempatan untuk mengatakan kepadanya bahwa Muhyiddin tidak memiliki dukungan mayoritas. Itulah situasinya,” kata Mahathir.

Setelah Muhyiddin dilantik sebagai perdana menteri kedelapan, masa jabatan Mahathir sebagai perdana menteri sementara juga berakhir.

Baca Juga: Mahathir tersingkir, bagaimana nasib kaum non Muslim-Melayu di Malaysia?

“Kami memiliki mayoritas. Kami memiliki 114 anggota parlemen yang mendukung kami tetapi tampaknya itu diabaikan. Muhyiddin mengklaim dia mendapat dukungan penuh dari semua anggota parlemen Parti Pribumi Bersatu Malaysia tetapi dari 36 anggota parlemen, enam menolak untuk mendukungnya, yaitu saya dan putra saya Mukhriz. Dia tidak memiliki mayoritas, kami punya," katanya.

Dia menambahkan, dirinya mendapat dukungan mayoritas dari 114 anggota parlemen yang diambil dari koalisi Pakatan Harapan, Parti Warisan Sabah dan beberapa anggota parlemen independen dan beberapa dari partai Bersatu.

"Tan Sri Muhyiddin tidak memiliki dukungan mayoritas untuk menjadi perdana menteri baru," katanya.

Baca Juga: Mengenal Muhyiddin Yassin, perdana menteri Malaysia yang bikin Mahathir sakit hati

Pada langkah selanjutnya untuk Pakatan, Mahathir mengatakan Pakatan akan menyerukan sidang parlemen yang mendesak. "Kita akan melihat siapa yang memiliki mayoritas," katanya.

Anggota Parlemen Langkawi ini juga mengatakan bahwa dia dikhianati oleh Muhyiddin.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie