Berkat perang dagang, Vietnam jadi pemasok komponen Samsung



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Negara Vietnam mendapat banyak manfaat dari kebuntuan perang dagang Amerika Serikat (AS) – China. Setidaknya terdapat 60 pemasok komponen Foxcon Techology Group dan Samsung Electronics Co selama tiga bulan terakhir.

Ini merupakan kesempatan ketika negeri Paman Sam mengenakan beban tarif tinggi untuk produk-produk China.

Baca Juga: IMF: Tak ada yang menang dalam perang dagang


“Mereka harus masuk ke Vietnam sekarang dan segera. Kami memiliki tim pembangunan komponen ini dan sekarang masih menunggu,” kata Wakil Direktur Umum Shun Far Land Development Co Chang, dilansir Bloomberg, Selasa (6/8).

Chang buru-buru bernegosiasi dengan pemilik tanah tetangga untuk mengubah sawah menjadi jalur perakitan demi mengambil keuntungan dari ledakan bisnis yang muncul tiba-tiba ini.

Dia menyadari bahwa kemungkinan ini tidak bertahan lama. Bahkan ketika tekanan Presiden AS Donald Trump meningkat, khususnya kepada para pemimpin komunis di Vietnam yang dapat mengekang surplus perdagangan AS.

Sayangnya Vietnam terperangkap di antara situasi kontradiktif akibat perang dagang AS-Tiongkok. Negara berpenduduk 96 juta orang ini mendapat banyak manfaat dari kebuntuan perang dagang tersebut namun berisiko dipukul oleh hukuman Amerika.

Para pemimpin Vietnam berusaha meyakinkan pemerintahan Trump bahwa mereka adalah pedagang yang adil karena mereka berupaya melindungi ekspor ke AS, yang nilainya menyamai 20% dari produk domestik bruto tahun lalu dan hampir 26% pada paruh pertama 2019.

Berbagai kondisi menopang Vietnam menjadi negara strategis mulai dari tenaga kerja yang masih muda dan relatif murah, kemudian pemerintah yang stabil dan kondisi lingkungan yang ramah untuk dunia bisnis. Hal ini mengubah negara Asia Tenggara menjadi negara alternatif yang menarik bagi China.

Baca Juga: Menyikapi perang mata uang, analis ini sarankan investor untuk defensif

Perusahaan teknologi seperti Intel Corporation dan Samsung sudah lebih awal menjanjikan untuk mengembangkan manufaktur di Vietnam. Hari ini mereka mempekerjakan lebih dari 182.000 orang di pabrik-pabrik perakitan chip dan telepon pintar.

Bahkan produsen sepatu kets dan konsol video game tengah mengalihkan produksi ke Vietnam untuk menghindari beban tarif Amerika pada barang-barang China.

Ambil contoh Nintendo Co. dan Sharp Co. Mereka adalah perusahaan multinasional teknologi yang baru mengumumkan rencana untuk memindahkan operasinya di sana. Pemerintah Vietnam telah memberikan izin investasi kepada lebih dari 1.720 proyek dalam enam bulan pertama tahun ini, atau naik 26% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Perang dagang AS-Cina makin panas, pengusaha optimis ekspor TPT tetap tumbuh

Editor: Noverius Laoli