Berkshire Hathaway Mulai Buyback Saham Lagi, CEO Greg Abel Ikut Borong Rp 245 Miliar



KONTAN.CO.ID - Berkshire Hathaway mengumumkan telah melakukan pembelian kembali saham (buyback) setelah hampir dua tahun menghentikan langkah tersebut. Keputusan ini diambil setelah Greg Abel resmi menggantikan Warren Buffett sebagai CEO pada Januari lalu.

Program buyback saham tersebut mulai dilakukan pada Rabu dan menjadi pembelian kembali pertama perusahaan sejak Mei 2024.

Langkah ini juga berpotensi membantu Berkshire mengurangi cadangan kas raksasanya yang mencapai sekitar US$ 373,3 miliar pada akhir tahun, yang sebelumnya terus bertambah karena Buffett kesulitan menemukan perusahaan atau saham yang menarik untuk diakuisisi.

Greg Abel Ikut Beli Saham Berkshire


Mengutip Reuters, dalam kesempatan yang sama, Abel mengungkapkan bahwa ia juga membeli 21 saham Berkshire Hathaway Kelas A pada Rabu dengan nilai sekitar US$ 14,6 juta atau setara Rp 245,3 miliar (kurs Rp 16.800). Jumlah tersebut merupakan nilai bersih setelah pajak dari gaji tahunannya yang mencapai US$ 25 juta.

Saat ini, pria berusia 63 tahun tersebut memiliki 249 saham Kelas A Berkshire dengan nilai sekitar US$ 187 juta.

Dalam wawancara televisi pertamanya sebagai CEO di CNBC New York, Abel mengatakan bahwa keputusan buyback serta pembelian saham pribadinya telah ia konsultasikan dengan Buffett.

Pengumuman ini juga dianggap dapat meredakan kekhawatiran investor bahwa Berkshire terlalu berhati-hati dalam menanamkan modal.

Saat ini, konglomerasi yang berbasis di Omaha tersebut memiliki nilai sekitar US$ 1,08 triliun.

Baca Juga: Imbas Konflik Iran: Harga Bensin AS Melonjak, Donald Trump Panik?

Buffett Tetap Jadi Ketua

Meski sudah tidak lagi menjadi CEO, Buffett yang kini berusia 95 tahun tetap menjabat sebagai ketua Berkshire Hathaway. Hampir seluruh kekayaannya juga masih berada dalam bentuk saham perusahaan tersebut.

Sementara itu, Abel sebelumnya menerima sekitar US$ 870 juta pada 2022 setelah menjual 1% sahamnya di Berkshire Hathaway Energy kepada Berkshire.

Pada perdagangan Kamis, saham Berkshire Kelas A ditutup naik 2,7%. Namun dalam 10 bulan terakhir, kinerjanya masih tertinggal dibanding indeks S&P 500 sejak Buffett mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO.

Portofolio Berkshire sendiri sangat luas, mulai dari perusahaan asuransi mobil GEICO, operator kereta api BNSF Railway, hingga berbagai bisnis industri dan manufaktur.

Selain itu, perusahaan juga memiliki berbagai merek konsumen seperti Duracell dan Fruit of the Loom serta portofolio saham senilai US$297,8 miliar yang dipimpin oleh investasi di Apple.

Buyback Dilakukan Jika Saham Dinilai Murah

Abel menjelaskan bahwa Berkshire biasanya melakukan buyback ketika nilai intrinsik saham lebih tinggi dibanding harga pasar, sehingga dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Ia juga menegaskan bahwa pengumuman buyback kali ini dilakukan karena adanya transisi kepemimpinan di perusahaan.

Analis Cathy Seifert menilai keputusan tersebut memberikan sinyal positif bagi investor setelah saham Berkshire sempat mengalami penurunan tajam awal pekan ini.

Abel juga menyatakan bahwa menambah kepemilikan saham pribadinya membantu menyelaraskan kepentingannya dengan para pemegang saham dalam jangka panjang.

Ia bahkan mengatakan berencana memimpin Berkshire selama sekitar 20 tahun ke depan.

Berbeda dengan banyak perusahaan besar lain, Berkshire tidak memberikan opsi saham atau hibah saham kepada eksekutifnya.

Menurut Abel, konsepnya sederhana: para pemegang saham membeli saham Berkshire dengan uang mereka sendiri setelah pajak, dan ia melakukan hal yang sama.

Selain itu, Berkshire juga tidak membayar dividen, dan Abel mengatakan belum ada rencana untuk melakukannya dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kesepakatan Besar! Shell dan Pemerintah Venezuela Jalin Kerja Sama Minyak dan Gas