Berselisih dengan banyak mitra dagang, defisit perdagangan AS akhirnya turun



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Berbagai kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump mulai berbuah manis bagi neraca dagang. Mengutip Reuters, Kamis (6/2) defisit perdagangan AS pada 2019 turun untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. Defisit perdagangan AS turun 1,7% menjadi US$ 616,8 miliar pada 2019. Nilai itu menurun untuk pertama kalinya sejak 2013. Itu setara 2,9% dari PDB, turun dari 3,0% dari PDB pada 2018.

Pencapaian ini di tengah pasang surut perang perdagangan AS- China terkait tagihan impor. Selain itu upaya menjaga ekonomi pada jalur pertumbuhan yang moderat meskipun terjadi penurunan belanja konsumen dan investasi bisnis yang lemah.

Baca Juga: Trump telah bebas dari pemakzulan, tapi keputusan akhir belum masuk


Laporan Departemen Perdagangan pada hari Rabu juga menunjukkan agenda administrasi Trump mengurangi aliran barang tahun lalu, dengan ekspor mencatat penurunan pertama mereka sejak 2016.

Trump yang menjuluki dirinya sebagai manusia tarif telah berjanji untuk mengecilkan defisit dengan menutup impor yang tidak adil. Juga menegosiasikan kembali perjanjian perdagangan bebas.

Trump berpendapat bahwa secara substansial memotong defisit perdagangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan menjadi 3% secara berkelanjutan. Namun, ekonomi gagal mencapai target itu, hanya tumbuh 2,3% pada 2019. Pencapaian itu paling lambat dalam tiga tahun, setelah tumbuh 2,9% pada 2018.

Impor barang anjlok 1,7% tahun lalu, hal ini juga menjadi penurunan pertama dalam tiga tahun. Amerika Serikat mengimpor 2,4 miliar barel minyak mentah, paling sedikit sejak 1992, karena negara itu secara signifikan mengurangi ketergantungannya pada minyak asing di tengah lonjakan produksi dan eksplorasi.

Amerika juga mengimpor lebih sedikit barang modal dan barang lainnya. Penurunan ekspor sebesar 1,3% dipimpin oleh penurunan pengiriman barang modal, pasokan dan bahan industri, dan barang lainnya.

Pada puncak perang dagang AS-China tahun lalu, Washington mengenakan tarif miliaran barang China termasuk produk konsumen, memukul impor.

Editor: Herlina Kartika Dewi