Bidik Milenial, Kementan Galakkan Program Pengembangan Kewirausahaan Petani



KONTAN.CO.ID -  SUBANG. Kementerian Pertanian (Kementan) aktif menggalakkan program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda milenial di bidang pertanian atau Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). 

Hasil sinergi Kementan dengan lembaga pendanaan internasional di sektor pertanian, International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Untuk itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dalam hal ini Polbangtan Bogor, selaku Provincial Project and Implementation Unit (PPIU) di Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaksanakan kegiatan pelatihan yang dikelola oleh DIT di setiap daerah binaan, salah satunya di BDSP Sagala Herang, Subang, pekan lalu.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

Baca Juga: Kementan Optimistis Tahun Depan Indonesia Swasembada Beras dan Jagung

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” katanya dalam siaran pers, Rabu (19/10).

Menurut Dedi Nursyamsi, para petani milenial harus bisa menggunakan teknologi dan kreatif contohnya dalam memasarkan produknya karena branding adalah penting di zaman sekarang.

Koordinator penyuluh pertanian BPP Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang Tati Hartati mengatakan bahwa pemerintah mengajak masyarakat, khususnya generasi milenial yang belum memiliki usaha, diajak untuk berkeinginan mengembangkan ide-ide kreatif dalam usaha pertanian, dengan mencari dan memanfaatkan peluang usaha di masing-masing desa.

Baca Juga: Strategi Kementan Mengantisipasi Ancaman Krisis Pangan Tahun Depan

“Untuk yang sudah memiliki usaha, kami dorong untuk meningkatkan kembali kualitas dan kuantitas produksi melalui pemanfaatan Program YESS," katanya.

Sementara Cecep Taufik, dari Tim Teknis DIT Kabupaten Subang hadir sebagai narasumber, menyampaikan bahwa dalam menentukan suatu usaha kita harus melihat dan memastikan apakah pasarnya ada atau tidak ada, apakah banyak atau sedikit. 

Editor: Noverius Laoli