Buat yang hobi utang, yuk terapkan tips ini biar bebas dari kebiasaan meminjam



KONTAN.CO.ID - Ada banyak faktor yang membuat seseorang berutang atau mengambil pinjaman di bank atau aplikasi pinjaman online. Sayang, sebagian orang menjadikan berutang menjadi kebiasaan dan sulit untuk dihilangkan.

Karena sudah menjadi kebiasaan, tidak sedikit masyarakat yang "gali lubang dan tutup lubang" karena memiliki utang yang cukup banyak. 

Melansir dari situs Institut Pertanian Bogor (IPB), berutang memang tidak bisa lepas dari kehidupan modern. Namun, jika sudah menjadi kebiasaan bisa menimbulkan masalah yang besar. 


Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB, Lilik Noor Yuliati mengatakan, sindrom utang sudah mendarah daging ke banyak keluarga pada saat ini. 

Ada tiga faktor yang membuat seseorang memilih untuk berutang: karena pendapatan yang tidak mencukupi, perilaku konsumtif, dan pengaruh dari teman atau iklan.  

Banyak keluarga saat ini yang menjadikan utang sebagai kebiasaan bukan lagi karena kebutuhan. 

“Padahal utang memberikan dampak, seperti dampak psikologis dari ketidakmampuan membayar dan proses penagihan yang dilakukan secara intimidatif," kata Lilik dikutip dari laman IPB. 

Baca Juga: Bisa pakai bumbu dapur, simak cara mengusir tikus dari rumah ini

Dampak kebiasaan berutang

Dampak psikologis yang ditimbulkan dari berhutang bisa berupa stres, gelisah, depresi, tidak fokus bekerja, kehilangan kepercayaan diri, dan yang paling parah adalah bunuh diri. 

Selain dampak psikologis, utang juga berdampak pada alokasi dana untuk kebutuhan pokok keluarga. Imbasnya, kebutuhan pokok keluarga menjadi tidak terpenuhi dengan baik.

Jika utang belum terbayarkan, seseorang bisa memutuskan untuk mengambil pinjaman atau utang baru melalui cara lain. 

Tidak jarang cara yang diambil adalah meminjam dari penyedia jasa ilegal. Ada juga yang memilih untuk menjual aset yang dimiliki untuk membayar utang. 

"Dampak sosial dari utang, konsumen mengalami cyber bullying, diintimidasi, menyebar data dan foto informan kepada orang dalam daftar kontak informan disertai kata-kata yang mendiskreditkan," tambah Lilik. 

Beberapa pennyedia jasa pinjaman juga melakukan penagihan kepada keluarga, rekan kerja, atau kerabat pengutang. Hal ini bisa membuat hubungan keluarga dan sosial seseorang menjadi buruk. 

Baca Juga: Waspada serangan jantung, ini cara pencegahan dan penanganan pertamanya