Bukan dengan senjata, tapi China melancarkan perang dengan cara ini



KONTAN.CO.ID - MANILA. Mantan Panglima Militer Filipina, Emmanuel Bautista, mengatakan, sekaran China tengah melancarkan perang di zona abu-abu. Diman pertempuran berlangsung tanpa senjata, tetapi dengan informasi, investasi dan taktik lain untuk mengejar tujuan strategis China di Filipina.

Bautista melanjutkan,  selama pemerintahan mantan Presiden Benigno Aquino III, pemerintah Filipina telah memperingatkan bahwa China sekarang menggunakan taktik zona abu-abu untuk membangun pijakan di wilayah Filipina yang dapat digunakan untuk mengontrol sepenuhnya perairan yang disengketakan.

Filipina, kata Bautista, "terpengaruh tidak hanya secara militer tetapi juga dalam aspek lain dalam apa yang kami sebut strategi zona abu-abu." tandasnya seperti dilansir Inquirer.net, pada 31 Oktober 2020 lalu.


Zona abu-abu, kata Bautista merupakan periode antara masa damai dan masa perang di mana kita tidak hanya menggunakan sarana militer tetapi juga ekonomi, informasi, dan instrumen kekuatan nasional lainnya, belum tentu militer kinetik di alam.

Baca Juga: Perang dunia ketiga telah dimulai?

Taktik ini tidak melanggar ambang eskalasi dan disesuaikan untuk mencapai tujuan militer tanpa memulai perang konvensional.

Pengerahan milisi maritim China di sekitar fitur yang diklaim Filipina di Laut Filipina Barat dan seluruh Laut China Selatan adalah contohnya. Tapi Bautista, yang juga mantan direktur eksekutif Satgas Nasional Laut Filipina Barat, mengatakan taktik zona abu-abu melibatkan cara lain.

“Bahkan saat kita berbicara, perang sedang terjadi di zona abu-abu. Di ranah informasi dan dakwah, ekonomi dan bidang lainnya, ”ujarnya.

Dia mendesak pemerintah Filipina untuk waspada terhadap tindakan nonmiliter Tiongkok karena implikasi keamanannya.

Baca Juga: China diramal bakal untung besar jika Trump menang pemilu, kok bisa?

“Banyak hal yang terjadi dalam konteks perang zona abu-abu, tidak hanya masuknya warga asing tetapi juga investasi pada aset-aset strategis dan industri strategis, serta sarana ekonomi lainnya,” kata Bautista.

Beberapa senator baru-baru ini menyuarakan keprihatinan keamanan atas masuknya setidaknya 28.000 warga negara China ke Filipina yang telah diizinkan masuk sebagai pensiunan. Usia rata-rata mereka adalah 35 tahun.

Editor: Noverius Laoli