Bukan soal resesi, ekonom Bank Mandiri ingatkan pemerintah untuk fokus akan hal ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Covid-19 memukul telak perekonomian negeri. Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi, perekonomian Indonesia di tahun ini akan terkontraksi, yaitu di kisaran minus 0,6% hingga minus 1,7%. 

Sri Mulyani bahkan mengatakan kalau Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal III-2020. Pasalnya, menurut prediksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 akan berada di rentang minus 2,8% hingga minus 1%. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 memang akan penuh tantangan, apalagi dampak pandemi Covid-19 masih membelenggu. 


Baca Juga: Kementan siap dukung pelaksanaan ekosistem logistik nasional

“Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu melakukan ruang pelebaran fiskal dan moneter di tahun ini. Fokus pada tahun 2020 adalah how to survive,” ujar Andry, Kamis (24/9) via video conference. 

Andry pun menekankan kalau saat ini sebaiknya fokus Indonesia adalah bukan mempermasalahkan apakah Indonesia akan mengalami pertumbuhan negatif, tetapi yang penting adalah apa saja kesempatan yang bisa digunakan Indonesia untuk keluar dari zona pertumbuhan negatif. 

Hal yang paling penting dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian adalah dengan memastikan perekonomian tetap berjalan, tetapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan agar kurva Covid-19 bisa melandai. Selain itu, pemerintah juga perlu fokus dalam pemulihan kesehatan.

Baca Juga: Ekonom Bank Permata proyeksikan pemulihan ekonomi bisa U shape

“Kalau tanpa itu, kita bisa kembali lagi ke PSBB dan ini akan memukul perekonomian di kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 ini. Jadi ini yang kita jaga, bagaimana contain agar tidak ada lagi kasus yang naik,” tambah Andry. 

Editor: Tendi Mahadi