Catat, inilah daerah zona merah corona di Jakarta per 17 Desember 2020



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jumlah kasus corona di Jakarta bertambah setiap hari. Banyak rukun warga (RW) di Jakarta menyandang status zona merah corona atau daerah yang paling rawan penyebaran Covid-19.

Dikutip dari situs Corona.jakarta.go.id, total kasus positif corona di Jakarta hingga 22 Desember 2020 mencapai 165.888 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 149.691 (90,2%) telah sembuh dari Covid-19.

Lalu sebanyak 4.462 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit dan 8.620 orang menjalani isolasi mandiri. Jumlah pasien Covid-19 di Jakarta yang meninggal dunia sebanyak 3.115 orang (1,95).


Hingga 17 Desember 2020, terdapat 31 RW berstatus zona merah corona di DKI Jakarta. Jumlah zona merah corona di Jakarta berkurang jika dibandingkan data per 3 Desember 2020, yakni 46 RW zona merah corona.

Zona merah corona paling banyak berada di Jakarta Selatan sebanyak 14 RW. Kemudian Jakarta Timur terdapat delapan RW zona merah corona dan Jakarta Pusat dengan tujuh RW zona merah corona.

Baca juga: Simak penjelasan WHO tentang mutasi virus corona yang diperkirakan lebih mematikan

RW berstatus zona merah artinya RW yang memiliki tingkat risiko tinggi penularan Covid-19. RW zona merah kemudian dimasukkan dalam kategori wilayah pengendalian ketat (WPK) sehingga sejumlah pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak diberlakukan.

Berikut data 31 RW zona merah corona di Jakarta:

Zona merah corona Jakarta Selatan

  • RW 005, Kelurahan Bintaro
  • RW 014, Kelurahan Bintaro
  • RW 006, Kelurahan Cilandak Barat
  • RW 006, Kelurahan Mampang Prapatan
  • RW 005, Kelurahan Mampang Prapatan
  • RW 004, Kelurahan Mampang Prapatan
  • RW 001, Kelurahan Pancoran
  • RW 008, Kelurahan Pasar Minggu
  • RW 011, Kelurahan Rawa Jati
  • RW 008, Kelurahan Rawa Jati
  • RW 003, Kelurahan Rawa Jati
  • RW 009, Kelurahan Rawa Jati
  • RW 010, Kelurahan Rawa Jati
  • RW 006, Kelurahan Rawa Jati
Simak daerah zona merah corona Jakarta lainnya di halaman selanjutnya  

Editor: Adi Wikanto