Catatkan rugi bersih Rp 145,18 miliar, bagini prospek bisnis Bumi Teknokultura (BTEK)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) pada semester I-2020 kurang menggembirakan. Emiten yang bergerak di bidang bioteknolgi pertanian ini mencatatkan rugi bersih di paruh pertama tahun ini padahal penjualannya naik dua kali lipat. 

Berdasarkan laporan keuangan BTEK, di akhir Juni 2020 penjualan Bumi Teknokultura Unggul tumbuh 101,37% yoy dari sebelumnya Rp 317,91 miliar di semester I-2019 menjadi Rp 640,17 miliar. 

Namun, melejitnya penjualan BTEK diiringi dengan naiknya beban pokok penjualan hingga 133,13% yoy menjadi Rp 632,27 miliar sehingga di semester pertama BTEK gagal mencetak laba bersih.


Baca Juga: Kerek Produksi, Bumi Teknokultura (BTEK) Bidik Kenaikan Pendapatan 15%  

Bumi Teknokultura mencatatkan rugi bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk senilai Rp 145,18 miliar dari yang sebelumnya untung Rp 247,37 juta di enam bulan pertama 2019. 

"Beban pokok penjualan naik karena biaya bahan baku dan biaya produksi yang naik," kata Direktur Utama BTEK Dhanny Cahyadi kepada Kontan.co.id, Jumat (14/8). 

Di dalam laporan keuangannya tercatat, biaya pembelian bahan baku naik 81,48% dan BTEK mencatatkan penyesuaian atas penjabaran selisih kurs Rp 1,55 miliar dari yang sebelumnya tidak ada.

Asal tahu saja, hampir seluruh bahan baku BTEK diimpor dari Afrika dan Amerika Latin. 

Editor: Anna Suci Perwitasari