Cegah penyebaran virus corona, Makau tutup kasino



KONTAN.CO.ID - MAKAU. Makau meminta operator kasino untuk menghentikan operasi sementara selama 15 hari sejak 5 Februari 2020 guna mencegah penyebaran Virus Corona. Hingga kini, 10 orang di Makau telah dikonfirmasi terjangkit Corona.

Melansir Bloomberg, Selasa (4/2) penghentian operasi ini akan jadi yang terlama sejak penghentian operasi pada 2018 akibat Badai Topan yang bikin pusat juga di wilayah Cina ini menghentikan operasi selama 33 jam.

Baca Juga: Update Virus Corona: Terjangkit 20.520, mati 426, sembuh 688 (4/2 - 17:30 WIB)


Adapun penghentian operasi lebih dari dua minggu ini diprediksi bakal memukul pendapatan para operator, yang sejak 2015 telah mengalami penurunan.

Menurut Sanford C Bernstein, pengehntian operasi selama dua minggu ini bakal mengakibatkan pendapatan kotor industri perjudian ini merosot hingga 50% pada kuartal I-2020. Adapun jika penutupan berlanjut lebih lama hingga akhir kuartal, pendapatan diprediksi tergerus hingga 70%.

Selasa (4/2) sore Pemda Makau juga dijadwalkan akan bertemu dengan para operator membahas penghentian operasi ini. Kepala Eksekutif Makau Ho Lat-Seng biang Pemda bakal menanggung biaya ekonomi akibat rencana ini.

“Penghentian operasi tentu saja berdampak besar. Tidak mungkin pula operator kasino menyerahkan semua beban ke Pemda untuk menanggung biaya dan pengeluaran rutin. Laba jangka pendek mereka mungkin akan jadi negatif,” kata Analis China Renaissance Securities HK Angela Han Lee.

Baca Juga: Meski jauh dari pusat wabah virus corona, dua kota di China tetap diisolasi

Aksi penghentian operasi ini juga bakal menambah derita finansial yang diterima operator kasino yang selama beberapa waktu belakangan terus dipukul mulai dari perang dagang, aksi protes Hong Kong, termasuk perlambatan ekonomi Cina.

Merebaknya Virus Corona di Daratan Cina juga telah membuat akses para penjudi terbatas. Hong Kong misalnya telah membatasi akses dari Cina, sementara Beijing juga telah menghentikan sementara penerbitan Visa ke Hong Kong dan Makau. Ini tentu saja bakal mempengaruhi kedatangan para penjudi dari sekitar Makau.

Editor: Tendi Mahadi