Cerita Denaldy Mulino jadi bos Perhutani



Kepemimpinan Denaldy Mulino Mauna membawa angin segar di dalam di Perusahaan Umum (Perum) Perhutani. Setelah sembilan bulan menjadi direktur utama di perusahaan kehutanan pelat merah itu, kondisi keuangan Perhutani mulai sehat. Pengalaman mengelola keuangan merupakan modal Denaldy untuk membenahi Perhutani.

INDUSTRI kehutanan bukan bidang baru bagi Denaldy Mulino Mauna. Sebelum mengambil alih tongkat kepemimpinan di Perum Perhutani, ia sudah lama merintis karier di perusahaan kehutanan. Kepiawaiannya mengelola keuangan perusahaan merupakan nilai plus baginya untuk memimpin Perhutani.

Pengalaman bekerja di PT Triputra Agro Persada yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan karet selama 11 tahun sangat berguna bagi Denaldy untuk memimpin Perhutani. Dengan jabatan terakhir sebagai Head of Group Finance Operation di Triputra Agro, Denaldy sudah siap menahkodai Perhutani dan membawanya bergerak lebih cepat.


Hal pertama yang dilakukan Denaldy saat ditunjuk menjadi orang nomor satu di Perhutani pada 24 Agustus 2016 adalah membenahi internal perusahaan, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Ia langsung melakukan penghematan anggaran perusahaan.

Denaldy memutuskan melakukan penghematan anggaran operasional. Untuk menyehatkan keuangan perseroan, Denaldy pun menyimpan dana darurat yang ada.

Selain itu, pria kelahiran Paris ini memotong anggaran fasilitas yang dianggap berlebihan. Anggaran yang mengalami pemangkasan seperti biaya dinas luar kota. Kelas hotel yang dipilih tempat menginap pun diturunkan. Bahkan, ia rela satu kamar dengan karyawannya saat ada dinas ke luar kota untuk menghemat biaya. "Canggung pasti, tapi kita harus tunjukkan untuk bisa survive," ujarnya kepada KONTAN belum lama ini.

Editor: Rizki Caturini