China Menyalakan Perangkat Fusi Nuklirnya, 5 Kali Lebih Panas dari Matahari



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pada pekan ini, China menyalakan reaktor fusi nuklir. Matahari buatan ini dikenal sebagai Tokamak Superkonduktor Eksperimental Lanjutan (atau disingkat EAST). 

Setelah menyalakannya, China melihat rekor tingkat tertinggi untuk suhu yang berkelanjutan. Menurut media pemerintah China, reaktor TIMUR berjalan lima kali lebih panas dari Matahari asli selama lebih dari 17 menit.

Matahari buatan China adalah tawaran untuk energi bersih

Melansir Yahoo News, China mengatakan, tujuan keseluruhannya dengan reaktor fusi nuklir adalah untuk menyediakan energi bersih yang hampir tak terbatas. Harapannya, reaktor tersebut dapat meniru reaksi alami yang terjadi di dalam bintang seperti Matahari. 


Namun, menciptakan matahari buatan yang berfungsi telah terbukti sangat sulit, meskipun telah dilakukan penelitian selama beberapa dekade. 

Langkah terbaru ini dapat membantu China menembus tembok yang telah menahan para peneliti selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Pecahkan Rekor Dunia, Matahari Buatan China Menyala Selama 1.056 Detik

“Operasi baru-baru ini meletakkan dasar ilmiah dan eksperimental yang kuat untuk menjalankan reaktor fusi,” kata Gong Xianzu, salah satu pemimpin eksperimen dan peneliti di Institut Fisika Plasma dari Akademi Ilmu Pengetahuan China seperti yang dikutip dari The Independent.

Jika China dapat terus mengerjakan matahari buatannya, kita bisa melihat lebih banyak terobosan di masa depan. 17 menit mungkin kedengarannya tidak lama, tetapi ketika Anda memiliki sesuatu yang berjalan pada suhu lebih dari 70.000.000° C selama itu, itu cukup mengesankan. 

Sebelumnya kita juga telah melihat matahari buatan lainnya mencapai lebih dari 100 juta derajat, level rekor lainnya.

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Benda Langit, mulai Planet hingga Asteroid (Bagian Kedua)