China rilis film dokumenter yang menggambarkan sifat brutal serangan teroris Xinjiang



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pada Jumat pekan lalu, pemerintah China merilis sebuah film dokumenter berbahasa Inggris yang menggambarkan sifat brutal dari serangan teroris dan upaya tanpa henti yang dilakukan oleh penduduk setempat untuk mengatasi terorisme di Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur di China Barat Laut.

Melansir People's Daily, film dokumenter yang ditampilkan belum pernah dilihat sebelumnya secara langsung dari serangan berdarah dan kesaksian para korban. China mengklaim, film ini mengungkap kebenaran yang mengganggu di balik apa yang disebut kebebasan beragama dan hak asasi manusia yang telah diadvokasi sejumlah negara Barat.

Baca Juga: Donald Trump tandatangi UU Uighur, China: Kami akan membalas!


Film yang berjudul "Tianshan: Still Standing - Memories of Fighting Terrorism in Xinjiang", merupakan episode ketiga dalam seri CGTN tentang upaya anti-terorisme Xinjiang. Dua episode pertama telah menarik banyak perhatian publik, menerima jutaan pandangan dan memicu perdebatan di platform media sosial di seluruh dunia.

Trauma yang melekat

Bagaimana cerita yang diangkat dalam film tersebut?

Mengutip People's Daily, film dokumenter yang dirilis pada hari Jumat memberikan informasi kepada para penonton tentang ancaman keamanan paling langsung China - terorisme. Film ini juga menampilkan kesaksian dari pihak kepolisian dan korban beberapa serangan teroris yang menceritakan trauma mereka yang masih belum sembuh, bahkan sampai puluhan tahun kemudian.

Baca Juga: Trump akan tandatangani RUU Muslim Uighur, China: Kami akan lawan dengan tegas!

Banyak anggota tim SWAT telah mengorbankan hidup mereka untuk melindungi yang tidak bersalah dalam pertempuran melawan terorisme, meninggalkan orang-orang yang mereka cintai berduka atas kehilangan orang yang mereka kasihi.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie