China undang pemimpin negara Eropa untuk melihat kondisi suku Uighur di Xinjiang



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China berencana menyusun kunjungan khusus bagi para diplomat negara Uni Eropa ke wilayah Xinjiang untuk melihat langsung kondisi suku Uighur yang selalu diperdebatkan.

Rencana ini telah disampaikan pada KTT virtual antara Presiden Xi Jinping dengan tiga pemimpin Uni Eropa, yakni Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel, pada hari Senin (14/9).

"Terkait isu Xinjiang, kami selalu menyambut baik sahabat dari seluruh dunia, termasuk Eropa, untuk datang ke Xinjiang, berjalan dan melihat untuk memahami situasi nyata di Xinjiang," ungkap Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip dari South China Morning Post.


Upaya seperti ini telah dilakukan sejak lama dan terus memicu perdebatan. Pada bulan Maret 2019 lalu, delegasi UE untuk China, menolak undangan untuk mengunjungi Xinjiang.

Baca Juga: WTO bilang AS langgar aturan dagang terhadap China, Washington marah besar

Berikutnya, pada bulan November 2019, pihak UE kembali menolak tawaran dengan alasan China memberlakukan sejumlah syarat yang tidak masuk akal.

Saat itu utusan UE diminta untuk tidak membahas masalah hak asasi manusia selama kunjungan. Mereka juga menolak untuk mengizinkan pertemuan dengan pejabat tinggi Xinjiang sekaligus bos Partai Komunis China, Chen Quanguo.

Pada tahun 2018, 15 diplomat barat mengajukan permintaan untuk bertemu dengan Chen. Sayangnya, permintaan tersebut justru dikecam China sebagai upaya campur tangan terhadap urusan dalam negeri China.

Baca Juga: China siagakan ribuan pasukan ke perbatasan India, berikut ini rinciannya