Ciputra Group melihat peluang kenaikan permintaan ruko di Panakkukan Makassar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ciputra Group melihat perkembangan bisnis di sekitar kawasan Pankkukang, Makassar sangat pesat. Hal itu membuat permintaan akan ruang usaha mengalami peningkatan di bilangan itu dalam dua tahun terakhir.

Pesatnya pertumbuhan bisnis itu sejalan dengan gaya hidup hang out atau kongkow yang sudah jadi tren hampir di semua kalangan di kota Makassar. Budaya ngumpul di kafe-kafe dan resto-resto jelang sore hingga malam hari semakin tumbuh subur.

Baca Juga: Ciputra akan dimakamkan 5 Desember 2019 di pemakaman keluarga, Jonggol


Bukti dari tingginya permintaan akan properti komersial di kawasan Panakkukang ini dapat dilihat mulai ramainya area komersial VidaView Apartments yang dibangun oleh Ciputra Group. Proyek ini dikelilingi mal, bank, perkantoran, sekolah, pusat kuliner, rumah sakit, dan akses yang sangat mudah menuju bandara atau pusat kota.

Menurut Nicko Limanta Project Manager VidaView Apartment memprediksi, ke depan potensi bisnis di kawasan Panakkukang akan kian booming ketika Pettarani Toll Road Makassar atau Flyover Pettarani yang kini sedang dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar. Jalan tol ini yang direncanakan dapat dioperasi tahun depan.

Pettarani Toll Road merupakan salah satu solusi kemacetan Kota Makassar, di mana masyarakat yang ingin memasuki wilayah tol bisa masuk melalui Jalan Sultan Alauddin atau Jalan Hertasning. Dengan ada flyover ini, akses menuju bandara akan semakin mudah.

Baca Juga: Bangkit dari krisis 1997, sepak terjang Ciputra seolah tak terbendung

"Salah satu tempat hang out favorit di Panakkukang sekarang ini adalah area komersial VidaView Apartments. Selain cafe dan resto, di kawasan apartemen ini juga sudah dibuka beberapa kantor, minimarket, laundry, dan sekolah," kata Nicko dalma keterangan resminya, Selasa (3/12).

Apartemen VidaView telah ramai karena Ashton Tower yang sudah terjual sepenuhnya sebanyak 400an unit sudah dihuni sekitar 70%.

Editor: Noverius Laoli