KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan profesional terdiversifikasi terdepan dan firma manajemen investasi Colliers (NASDAQ and TSX: CIGI) menerbitkan Market Insights mengenai Implikasi Hybrid Working dalam Pengelolaan Gedung Kantor dan Ruang Kerja. Menurut Andy Harsanto, Head of Real Estate Management Services Colliers Indonesia, berbagai ketidakpastian yang muncul akibat pandemi mempengaruhi peningkatan pada faktor-faktor seperti volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas), sering disingkat sebagai VUCA. "Baik secara langsung maupun tidak langsung, pandemi juga berdampak pada properti, khususnya pada aspek operasional. Termasuk dalam, keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan kerja (K3) dalam kondisi pandemi. Ketersediaan layanan dari organisasi pengelola, serta penyedia jasa dari pihak ketiga, dinamika kondisi keuangan penyewa, pemilik properti yang merasakan dampak terhadap kinerja keuangan yang dihadapi, tren atau kebutuhan yang bergeser atau berubah akibat perkembangan pasar saat ini dan kembali ke kantor dengan sistem hybrid working," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (3/2).
Colliers: Pandemi Berdampak ke Peningkatan Ketidakpastian Operasional Properti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan profesional terdiversifikasi terdepan dan firma manajemen investasi Colliers (NASDAQ and TSX: CIGI) menerbitkan Market Insights mengenai Implikasi Hybrid Working dalam Pengelolaan Gedung Kantor dan Ruang Kerja. Menurut Andy Harsanto, Head of Real Estate Management Services Colliers Indonesia, berbagai ketidakpastian yang muncul akibat pandemi mempengaruhi peningkatan pada faktor-faktor seperti volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas), sering disingkat sebagai VUCA. "Baik secara langsung maupun tidak langsung, pandemi juga berdampak pada properti, khususnya pada aspek operasional. Termasuk dalam, keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan kerja (K3) dalam kondisi pandemi. Ketersediaan layanan dari organisasi pengelola, serta penyedia jasa dari pihak ketiga, dinamika kondisi keuangan penyewa, pemilik properti yang merasakan dampak terhadap kinerja keuangan yang dihadapi, tren atau kebutuhan yang bergeser atau berubah akibat perkembangan pasar saat ini dan kembali ke kantor dengan sistem hybrid working," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (3/2).