Covid-19 mengubah rencana bisnis Sony dengan PlayStation terbarunya



KONTAN.CO.ID - Pandemi virus corona Covid-19 turut mempengaruri rencana bisnis salah satu raksasa elektronika asal Jepang, Sony Corporations. Perusahaan yang juga produsen alat games, PlayStation ini terpaksa mengubah rencana bisnis mereka tahun ini untuk mengeluarkan produk paling anyar yakni PlayStation 5 alias PS 5

Anda penggemar game PlayStation, tentu Anda sudah tahu bahwa Sony Corporation (Sony) akan mengeluarkan produk yang mereka gadang-gadang jadi mainan baru tahun ini yakni PlayStation 5. 

Rencana mengeluarkan produk terbaru PlayStation 5 sudah mereka dengung-dengungkan sejak akhir tahun lalu. Namun hingga kini belum ada kabar kepastian kapan PlayStation 5 akan diluncurkan.


Baca Juga: Jangan kecewa, Sony segera mengeluarkan produk PlayStation 5 tapi secara terbatas   Tapi, bersiaplah untuk kecewa, karena Sony berencana hanya memproduksi PS 5 yang digadang menjadi alat permainan mereka yang paling canggih ini dalam jumlah terbatas pada tahun pertama.

Kebijakan Sony dalam menerbitkan PS 5 ini memang berbeda dibandingkan dengan cara penjualan mereka saat meluncurkan gim konsol generasi-generasi sebelumnya.

Saat itu mereka langsung tancap gas penjualan dengan memenuhi semua permintaan.

Baca Juga: Tiga wilayah di Banten terapkan PSBB, tapi semua pabrik tetap boleh beroperasi

Seperti dikutip kantor berita Bloomberg, Sony masih memastikan rencana untuk meluncurkan produk anyar PS 5 pada tahun ini akan tetap berjalan sesuai rencana.

Sony sengaja membatasi penjualan produk baru mereka PS 5 agar bisa menjualnya dengan harga tinggi. Dalam perkiraan Bloomberg, harga jual PS 5 akan ada di kisaran US$ 499 hingga US$ 549 per unit.

Baca Juga: Ojol dilarang membawa penumpang selama PSBB di Tangerang dan Tangerang Selatan

Jika kita kurskan dengan nilai rupiah saat ini yang ada di kisaran Rp 16.000 per dollar Amerika Serikat, maka harga jual produk terbaru Sony yakni PS 5 akan berkisar antara Rp 7,8 juta sampai Rp 8,6 juta per unitnya.

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar