Daftar 6 Gunung Api Bawah Laut Indonesia, Masih Aktif atau Tidak?



KONTAN.CO.ID - Bukan rahasia lagi, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan gunung api terbanyak di dunia. 

Gunung-gunung api tersebut menjulang tinggi dan membentang dari Sabang sampai Merauke. Namun ternyata, keberadaan gunung api bukan hanya ada di daratan. 

Sejumlah gunung api juga terletak di bawah laut Indonesia. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui akun Twitter resmi @PVMBG_ pada Senin (5/12/2022), membagikan enam gunung api bawah laut Indonesia. 


Lantas, di mana letak dan bagaimana status enam gunung api bawah laut tersebut? 

Gunung api bawah laut Indonesia 

1. Gunung Submarine Volcano 1922 

Gunung Submarine Volcano 1922 berada di perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Meski belum diketahui berapa ketinggiannya, tetapi informasi menyebutkan bahwa gunung ini terletak di kedalaman 5.000 meter di bawah permukaan laut. 

Sesuai namanya, Submarine Volcano 1922 tercatat mengalami erupsi pada 1922 setelah rentetan gempa bumi sejak 1912. Setidaknya, sekitar tiga gempa bumi terjadi dengan episentrum di antara Kepulauan Mindanao, Filipina, dan Kepulauan Sangihe Talaud. 

Baca Juga: Ada Potensi Lahar Hujan, PVMBG Bakal Tambah 2 CCTV dan 2 GPS Pantau Gunung Semeru

2. Gunung Nieuwerkerk 

Gunung Nieuwerkerk merupakan gunung api kembar di bawah laut, tepatnya di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Gunung pertama memiliki ketinggian sekitar 1.900 meter dari dasar laut dan berada di kedalaman 2.285 meter dari permukaan laut. 

Sementara gunung kedua, ada di kedalaman 2.325 meter dari permukaan laut dengan tinggi sekitar 1.800 meter. Tercatat, Gunung Nieuwerkerk terakhir kali melakukan aktivitas vulkanik pada 1927. 

3. Gunung Hobal 

Gunung Hobal terletak di Kecamatan Atedai, Kabupaten Flores bagian timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sampai saat ini, ketinggian Gunung Hobal dari dasar laut belum diketahui. 

Gunung Hobal sendiri tercatat melakukan aktivitas vulkanik pada 1999. Saat itu, terpantau embusan asap putih dari permukaan laut setinggi 100 meter. 

Baca Juga: Jangan Cemas, Erupsi Gunung Semeru Tidak akan Menyebabkan Tsunami

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie