Dampak virus corona mulai menekan harga komoditas termasuk batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara kembali melempem terdorong oleh kekhawatiran pasar terkait virus corona. Maraknya virus corona telah menyebabkan lebih dari 150 korban jiwa di China.

Virus corona juga mulai berdampak negatif pada harga komoditas seperti batubara. Selain sentimen virus corona, Jerman yang menutup 100 lebih pembangkit listrik tenaga batubara juga turut mendorong pelemahan harga batubara.

Baca Juga: Bila virus corona tak mereda, analis meramal The Fed akan pangkas suku bunga di 2020


Mengutip Bloomberg, harga batubara di Ice New Coal Future Indeks harga batubara saat ini kembali turun ke level terendah setidaknya sejak Desember 2019 lalu dimana harga batubara saat ini menyentuh harga US$ 67.30.

Direktur Utama PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, sentimen penurunan harga batubara lebih banyak dipengaruhi sentimen virus corona ketimbang pengurangan permintaan Jerman pasca penutupan 100 pembangkit listrik tenaga batubara.

Harga komoditas berguguran termasuk batubara karena virus corona di China terus mengalami pertambahan korban jiwa. Sementara hingga saat ini WHO belum mendeklarasikan corona sebagai darurat kesehatan internasional.

Baca Juga: Jokowi memutuskan mengevakuasi 234 WNI dari Hubei, China

"Akibat dari virus corona mengakibatkan Wuhan ditutup sehingga akan menurunkan daya saing, konsumsi dan pariwisata yang menyebabkan S&P menurunkan pertumbuhan ekonomi China,” jelas Ibrahim kepada Kontan, Kamis (30/1).

Selain itu penurunan harga batubara di pasar juga didorong telah berakhirnya musim dingin di negara-negara barat sehingga permintaan kebutuhan untuk penghangat juga menurun.

Editor: Noverius Laoli