Dana korporasi dan pemerintah bikin DPK bernilai jumbo tumbuh pesat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 bikin nilai simpanan di atas Rp 5 miliar meningkat signifikan sepanjang kuartal I-2020. Sebaliknya, nilai simpanan di bawah Rp 1 miliar justru tumbuh negatif.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah yang menopang pertumbuhan tersebut. Pertama dana milik pemerintah, kedua dana milik korporasi.

Baca Juga: Tambah armada rental, Adi Sarana (ASSA) raih pinjaman Rp 1 triliun dari Bank Mandiri


“Peningkatan dana di atas Rp 5 miliar lebih banyak didorong oleh penempatan dana oleh pemerintah kepada kementerian, dan pemerntah daerah. Ini juuga didorong oleh penempatan dana oleh korporasi,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (4/5).

Untuk korporasi Halim bilang salah satu alasannya disebabkan oleh terhentinya ekspansi, dan volatilnya ekonomi nasional akibat Covid-19. Makanya korporasi lebih memilih menempatkan dananya di perbankan yang cenderung aman.

Meski demikian, Halim jika Covid-19 berlarut-larut kondisi tersebut juga tak akan bertahan lama. “Jika pendapatan mulai menurun, cepat atau lambat likuiditas mereka juga akan menurun, karena masih membayar operasional, gaji, utang bank dan lainnya,” sambungnya.

Makanya, cepat atau lambatnya penyelesaian Covid-19 akan jadi penentu. Ini juga yang disebut Halim berpengaruh kepada nasabah dengan nilai simpanan di bawah Rp 1 miliar, terutama nasabah ritel.

Baca Juga: OJK: Kredit bisa tumbuh di atas 2% jika kredit modal kerja dijamin pemerintah

Di tengah Covid-19, penurunan pendapatan masyarakat, hingga pemangkasan pekerja jadi pendorong penarikan dana di perbankan. Meskipun hingga kini, Halim bilang belum ada penarikan secara dana besar-besaran. Ekonom INDEF Bhima Yudhistira juga mengamini hal ini.

Editor: Tendi Mahadi