Darmi Bersaudara (KAYU) menjajaki potensi pasar ekspor baru di 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) akan lebih agresif dalam menggenjot kinerja bisnisnya di tahun ini. Perusahaan perdagangan kayu ini menjadikan pasar luar negeri tumpuan utama bisnis perseroan.

Lie Kurniawan, Direktur KAYU menjelaskan bahwa permintaan dari pembeli produk KAYU di awal tahun ini masih cukup stabil dan cenderung meningkat. "Selain itu juga ada peluang untuk meningkatkan penjualan jika kami berhasil menembus pasar baru yang kami incar yaitu Jepang," katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (30/1).

Baca Juga: Stabilitas Harga Topang Ekspor Industri Kayu


Di Jepang rencananya KAYU akan menyuplai kebutuhan lantai kayu rumah (flooring). Tidak menutup kemungkinan ekspor ke Jepang bisa berlanjut melalui skema pemesanan berulang atau repetitive order apabila percobaan ekspor tersebut berhasil direalisasikan.

Perseroan sebelumnya telah mengekspor ke berbagai negara meliputi India, Nepal, China, Australia dan beberapa negara Eropa. Pasar India saat ini masih menggenggam porsi ekspor terbesar KAYU, dimana Lie bilang kondisi ekspor ke negara tersebut sampai sekarang terus membaik dan stabil.

Bahkan KAYU berencana membuka kantor perwakilan di India, anggarannya berasal dari belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini. Hanya saja kata Lie, nominal capex tersebut masih finalisasi.

Sebagai gambaran besarnya porsi ekspor terhadap pendapatan KAYU, sampai dengan kuartal III 2019 saja misalnya, sebanyak 80,26% dari total penjualan bersih di sembilan bulan pertama berasal dari penjualan ekspor produk-produk kayu setengah jadi (semi-furnished) dengan nilai sebesar Rp 22,08 miliar atau setara dengan.

Baca Juga: Pelaku industri kayu dan furnitur butuh insentif fiskal

Sementara itu, sekitar 19,74% penjualan bersih di sembilan bulan pertama 2019 berasal dari penjualan kayu log di tingkat domestik. Adapun di tahun 2020 ini perseroan membidik total penjualan bersih yang cukup tinggi yakni mencapai Rp 114 miliar.

Untuk perolehan tahun kemarin, manajemen belum dapat membeberkannya lantaran masih diaudit. Namun sebagai pembanding, untuk tahun 2018 saja pendapatan bersih KAYU masih berada di kisaran Rp 37 miliar.

Editor: Handoyo .