Daya Beli Masyarakat Membaik, Mega Perintis (ZONE) Lebih Optimistis Menyongsong 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Periode Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momentum bagi para emiten retail untuk optimalkan penjualan. Maklum, pada periode ini, masyarakat cenderung lebih aktif untuk berbelanja berbagai kebutuhan, termasuk keperluan fashion.

Menyadari momentum tersebut, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) berusaha untuk memanfaatkannya guna meningkatkan penjualan. Direktur Utama Zone Franxiscus Afat Adinata Nursalim menjelaskan, pada periode libur Natal dan Tahun Baru, penjualan ZONE bisa tumbuh 1,5 - 2 kali lipat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Dengan tidak jadi diberlakukannya PPKM selama Natal dan Tahun Baru, diperkirakan penjualan ZONE bisa naik sekitar 2 kali kondisi normal,” kata Afat ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (16/12).


Guna memaksimalkan penjualan pada akhir tahun ini, Afat membeberkan pihaknya sudah menyiapkan koleksi-koleksi terbaru untuk edisi Natal dan Tahun Baru bagi pelanggannya. Tak lupa, promo-promo menarik seperti diskon juga telah disiapkan.

Lebih lanjut, Afat mengaku cukup optimistis terhadap kinerja ZONE pada tahun ini. Pasalnya, sejauh ini penjualan ZONE sudah mulai pulih dan menuju 90% dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Varian omicron ditemukan di Indonesia, ini kata Mega Perintis (ZONE)

Bahkan, sejauh ini kinerja penjualan ZONE disebut sudah tumbuh lebih dari 30% jika dibandingkan tahun lalu.

Adapun, merujuk laporan keuangan, hingga kuartal III-2021, tercatat ZONE telah berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 318 miliar. Perolehan tersebut tumbuh 45,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 219,6 miliar.

Segmen pakaian masih memiliki kontribusi ke penjualan yang paling besar, yakni Rp 300,9 miliar. Sementara segmen aksesoris menyumbangkan sekitar Rp 17,06 miliar.

Dari sisi bottom line, laba bersih ZONE berhasil mencapai Rp 8,9 miliar hingga akhir September kemarin. Padahal, di periode yang sama di 2020, ZONE justru bukukan rugi bersih sebesar Rp 30,9 miliar. 

Seiring dengan pemulihan kinerja serta berbagai strategi yang sudah disiapkan, Afat mengaku optimistis penjualan ZONE pada akhir tahun bisa mencapai Rp 485,92 miliar. Artinya, bisa tumbuh 48,51% dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 326,77 miliar.

Editor: Herlina Kartika Dewi