Di tengah penurunan IHSG, saham-saham tambang logam ini menanjak sejak awal tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah 18,59%.

Selain IHSG, sejumlah indeks yang sering dijadikan acuan dalam menyusun portofolio investasi juga masih mencatatkan pertumbuhan negatif.

Indeks LQ45 misalnya. Indeks yang berisikan 45 saham dengan likuiditas tinggi dan berfundamental baik ini melemah 22,08% sejak awal tahun. Indeks IDX30, yang konstituennya diambil dari LQ45 juga mengalami hal serupa, yakni terkoreksi hingga 22,59% secara Ytd.


Namun, sejumlah saham berhasil mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan IHSG. Saham-saham tersebut didominasi oleh emiten pertambangan logam, baik emas dan nikel.

Baca Juga: Ini saham-saham dengan net buy dan net sell asing terbesar bulan Oktober

Di urutan pertama penghuni Indeks LQ45 dengan keuntungan tertinggi adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik71,03% sejak awal tahun.

Di posisi kedua saham tercuan di Indeks LQ45 diisi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik sebesar 25,6% sejak awal tahun. Saham ANTM menjadi saham dengan keuntungan pertama di Indeks IDX30.

Kemudian, ada pula saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang mencatatkan kenaikan sebesar 11,26% secara ytd, dan masuk dalam urutan keenam saham anggota LQ45 dengan gain tertinggi.

Di posisi terakhir saham dengan pertumbuhan terbaik diisi oleh saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan pelemahan 1,86%.

Baca Juga: Naik 5,30% bulan Oktober, IHSG belum mampu menutup penurunan September

Editor: Noverius Laoli