Di transkrip pembicaraan, Trump mendesak Ukraina agar menyelidiki Joe Biden



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulang kali mendesak Presiden Ukraina Volodymr Zelensky untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, dan putranya, Hunter, selama pembicaraan dalam telepon pada 25 Juli, menurut transkrip percakapan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih. 

Trump juga meminta pemimpin Ukraina tersebut untuk bekerja dengan pengacara pribadinya, Rudy Giuliani, dan Jaksa Agung AS William Barr dalam masalah ini, kata transkrip panggilan itu.

Baca Juga: Begitu tahu hendak dimakzulkan, Trump langsung telepon Ketua DPR AS


"Ada banyak pembicaraan tentang putra Biden, bahwa Biden menghentikan penuntutan dan banyak orang ingin mengetahui tentang itu sehingga apa pun yang dapat Anda lakukan dengan Jaksa Agung akan bagus. Biden berkeliling menyombongkan diri bahwa ia menghentikan penuntutan jadi jika Anda dapat melihatnya ... Kedengarannya mengerikan bagi saya, "kata Trump, menurut dokumen itu seperti dilansir CNN, Rabu (25/9). 

Zelensky menyetujui permintaan itu. 

"Karena kami telah memenangkan mayoritas absolut di Parlemen kami, jaksa penuntut umum berikutnya akan menjadi 100% orang saya, kandidat saya," kata presiden Ukraina itu. 

Dia kemudian menambahkan: "Dia akan melihat ke dalam situasi khusus untuk perusahaan yang Anda sebutkan dalam masalah ini. Masalah penyelidikan kasus sebenarnya adalah masalah memastikan untuk mengembalikan kejujuran sehingga kami akan mengurusnya dan akan bekerja pada penyelidikan kasus ini. " 

Giuliani, yang menjabat sebagai pengacara pribadi Trump, telah lama melobi Ukraina untuk menyelidiki seruan Biden pada 2016 untuk menghapus jaksa penuntut utama negara itu, yang pada satu titik telah menyelidiki perusahaan gas alam Ukraina yang terhubung dengan Hunter Biden. 

Baca Juga: Sejak awal tahun net sell asing capai Rp 16,11 triliun, ini rekomendasi analis

Editor: Noverius Laoli