Dibayangi corona, asuransi jiwa siapkan strategi kerek pendapatan premi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis asuransi jiwa dibayangi dampak penyebaran corona (Covid-19). Diperkirakan premi industri juga akan turun seiring penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Mengantisipasi penurunan premi, sejumlah pemain asuransi jiwa siapkan strategi. Misalnya saja, Taspen Life yakin mencatatkan pendapatan premi melalui saluran digital sebagaimana himbauan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Baca Juga: BRI siapkan uang tunai Rp 37,2 triliun untuk kebutuhan jelang lebaran


Taspen Life juga melakukan penyesuaian produk asuransi yang memberikan perlindungan akibat Covid-19 dengan mengutamakan pemasaran produk tradisional di mana pembayaran preminya lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Taspen Life mempunyai produk asuransi yang dapat memberikan manfaat untuk segala kebutuhan masyarakat antara lain produk asuransi purna tugas, asuransi yang fokus pada perencanaan keuangan untuk jangka waktu tertentu, asuransi untuk beasiswa anak, asuransi kematian seperti personal accident atau term life,” kata Direktur Pemasaran Taspen Life Arijanti Erfin kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Sampai kuartal I 2020, perusahaan mencatatkan kenaikan dari sisi pendapatan premi maupun lama. Taspen Life kantongi pendapatan premi Rp 204 miliar atau naik 33% secara year on year (yoy).

Sementara Asuransi BRI Life fokus pemasaran secara digital. Direktur Utama BRI Life Gatot M. Trisnadi mengatakan, perusahaan akan menyediakan layanan penjualan digital terbaru untuk melengkapi yang sudah ada. “Untuk tetap bertahan, maka yang kami lakukan adalah mempercepat pembangunan sarana teknologi untuk bisa berjualan di kondisi saat ini,” katanya.

Baca Juga: Asuransi Jasindo berikan bantuan untuk rumah sakit rujukan covid-19 di 6 kota

Pihaknya sudah memprediksi penurunan premi akibat penyebaran corona khususnya penjualan produk unit link di daerah terdampak. Hingga kuartal I 2020, BRI life telah mencatatkan penurunan premi 43% secara yoy.

Editor: Tendi Mahadi