KONTAN.CO.ID - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul memilih mengganti Rolls-Royce miliknya dengan mobil listrik (EV) buatan China di tengah melonjaknya harga minyak global. Anutin, yang dikenal sebagai penggemar otomotif dan memiliki koleksi berbagai kendaraan hingga pesawat terbang, terlihat mengendarai BYD Sealion 7 pada Rabu (25/3/2026) menuju Gedung Pemerintah, kantor resmi Perdana Menteri. Mobil listrik berwarna abu-abu gelap tersebut merupakan SUV kompak bergaya coupe sporty dengan pelat nomor baru 9798 yang terdaftar di Bangkok, dikutip dari
Thai Enquirer, Rabu.
Pada pukul 09.20 waktu setempat, Anutin tampak berangkat ke gedung parlemen untuk menghadiri rapat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membahas mosi mendesak terkait penanggulangan krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Kemudian, sekitar pukul 12.50 waktu setempat, Anutin kembali menuju Gedung Pemerintah di kompleks Thai Koo Fah. Ia terlihat duduk di kursi penumpang depan di samping pengemudi, tanpa pengawalan ketat maupun konvoi kendaraan. Mobil tersebut diketahui baru dibeli satu hingga dua hari sebelumnya, seiring meningkatnya krisis minyak dan kampanye penghematan energi yang tengah digencarkan pemerintah Thailand.
Baca Juga: Dolar AS Berganti Wajah: Tanda Tangan Trump Gantikan Tradisi 165 Tahun Thailand dihantam krisis energi
Thailand, seperti banyak negara lain di kawasan dan dunia, turut merasakan dampak krisis minyak akibat konflik di Timur Tengah. Ketergantungan terhadap impor energi dari kawasan tersebut membuat Thailand menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh gejolak ini. Meskipun pemerintah Thailand menyebut cadangan energi nasional masih cukup untuk sekitar 100 hari, kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda. Dilansir dari
The Guardian, Jumat (27/3/2026), antrean panjang mulai terjadi di SPBU, disertai munculnya tanda “habis stok” di sejumlah wilayah. Salah satu warga, Thanadet Traiyot, bahkan harus mengantre berjam-jam sambil membawa wadah bahan bakar, berharap bisa mendapatkan solar untuk kebutuhan sawahnya di Ayutthaya, Thailand tengah. Namun, saat berada di urutan ketiga, petugas SPBU justru mengumumkan bahwa persediaan telah habis.
Kejadian itu terjadi lima hari lalu, dan hingga kini ia belum berhasil mengisi kembali persediaannya ke level normal. Kondisi ini berdampak luas ke berbagai sektor.
Tonton: Penjualan dan Laba Amman Mineral (AMMN) Melemah pada 2025, Cek Pemicunya Layanan taksi dari bandara utama Bangkok mulai berkurang, kapal wisata berhenti beroperasi, bahkan sejumlah kuil dilaporkan menghentikan aktivitas kremasi akibat keterbatasan bahan bakar.