KONTAN.CO.ID - Satu tahun setelah Bill Gates mengejutkan dunia filantropi dengan keputusan menutup Gates Foundation pada 2045, lembaga amal terbesar di dunia itu kembali mengumumkan langkah besar. Yayasan tersebut akan memangkas jumlah pegawai hingga 500 orang secara bertahap dalam lima tahun ke depan, seiring rencana meningkatkan belanja program ke level tertinggi sepanjang sejarah. Dalam pengumuman Rabu waktu setempat, Gates Foundation menyatakan akan menggelontorkan dana US$ 9 miliar pada 2026, naik dari US$ 8,74 miliar tahun lalu.
Baca Juga: Belanja Program Prioritas Pemerintah Terealisasi Rp 480,4 T Sampai September 2025 Anggaran jumbo ini akan difokuskan pada bidang-bidang prioritas seperti kesehatan global, kesehatan perempuan, pengembangan vaksin, pemberantasan polio, kecerdasan buatan (AI), hingga pendidikan di Amerika Serikat. Di saat belanja program ditingkatkan, dewan pengurus juga menyetujui pembatasan biaya operasional, termasuk gaji pegawai, infrastruktur, fasilitas, dan perjalanan, maksimal US$ 1,25 miliar atau sekitar 14% dari total anggaran. Untuk mencapai target tersebut, yayasan akan memangkas hingga 500 dari total 2.375 posisi pegawai hingga 2030, termasuk dengan membiarkan sejumlah posisi kosong tidak diisi. CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menegaskan pemangkasan ini tidak akan dilakukan secara mendadak. Prosesnya akan bertahap dan dievaluasi setiap tahun. Menurut dia, angka 500 orang adalah batas maksimum dan diharapkan tidak seluruhnya harus direalisasikan. Langkah ini dipilih agar dana yayasan lebih banyak mengalir langsung ke penerima manfaat.
Baca Juga: Ada Nama Sri Mulyani Sebagai Governing Board, Apa Itu Gates Foundation? Suzman menjelaskan, tanpa pembatasan, biaya operasional yayasan yang kini sekitar 13% dari anggaran berpotensi melonjak mendekati 18% pada akhir dekade ini. Dewan ingin memastikan setiap dolar dibelanjakan secara hati-hati dan berdampak maksimal, terutama di tengah berkurangnya anggaran bantuan kemanusiaan pemerintah Amerika Serikat dan negara lain. Tahun lalu, Bill Gates mengumumkan rencana menghabiskan sekitar US$ 200 miliar dalam 20 tahun sebelum akhirnya menutup yayasan sebagai bagian dari komitmennya menyumbangkan sebagian besar kekayaannya.
Keputusan “sunset” ini menjadikan Gates Foundation sebagai yayasan terbesar di dunia yang memilih untuk menutup operasionalnya secara terencana, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia filantropi. Tekanan global membuat peran yayasan semakin krusial. Gates mencatat, dunia mengalami kemunduran pada 2025 ketika angka kematian anak global naik untuk pertama kalinya dalam abad ini, dari 4,6 juta pada 2024 menjadi 4,8 juta.
Baca Juga: Gates Foundation: Pemotongan Bantuan Global Picu Lonjakan Kematian Anak Tahun Ini Ia mengakui lima tahun ke depan akan sulit, namun tetap optimistis dalam jangka panjang.