Dorong industri fesyen muslim, Kemenperin gelar kompetisi modest fashion project



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri fesyen muslim di Indonesia terus berkembang, baik dari segi variasi produk yang semakin beragam maupun kualitas produk yang kian bersaing. Di samping itu, potensi pasar di dalam negeri yang cukup besar, sehingga membuat bisnis industri fesyen masih prospektif ke depannya.

“Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian aktif mendorong tumbuhnya industri fesyen. Hal ini seiring dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0 yang memasukkan industri tekstil dan pakaian sebagai salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers di situs Kemenperin yang dikutip Kontan.co.id, Rabu (24/3).

Agus menjelaskan, selama ini industri tekstil dan produk tekstil (TPT) berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional melalui penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja.


Kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2020 tercatat mencapai US$ 7,04 miliar. Industri fesyen yang juga sangat erat hubungannya dengan sektor industri tekstil mampu memberikan kontribusi sebesar 6,76% pada PDB industri pengolahan nonmigas di tahun 2020.

Guna mengoptimalkan potensi industri TPT tersebut, Kemenperin sedang gencar mendorong industri fesyen muslim nasional. Langkah ini guna mewujudkan target Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

“Untuk itu, tahun ini kami kembali menggelar kompetisi Modest Fashion Project (MOFP),” tutur Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Baca Juga: Penerimaan cukai rokok tumbuh 2 digit hingga Februari, melambat dibandingkan 2020

Dia menyampaikan, MOFP merupakan ajang kompetisi desain dan konsep bisnis fesyen muslim yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin sejak tahun 2018. Pada tahun 2021, MOFP kembali diselenggarakan dan menjadi penyelenggaraan yang keempat kalinya.

MOFP menjadi kompetisi desain dan konsep bisnis fesyen muslim yang pesertanya berpeluang untuk mendapatkan hadiah sebagai juara. Para peserta yang lolos sebagai finalis 20 besar juga berhak untuk mendapatkan program pembinaan dari Ditjen IKMA Kemenperin.

Sebagai salah satu langkah dalam upaya mempromosikan kompetisi MOFP, Ditjen IKMA Kemenperin telah menyelenggarakan webinar sosialisasi MOFP beberapa waktu lalu yang dihadiri para perwakilan Dinas Perindustrian Daerah selaku pembina pelaku industri fesyen yang masih berskala kecil dan menengah, serta para pelaku IKM fesyen dari berbagai daerah.

“Tema yang diusung pada acara tersebut adalah Strategi Peningkatan Bisnis melalui Kompetisi Fashion, di mana Kemenperin selaku pemerintah ingin menyampaikan pentingnya aspek desain dari sebuah produk fesyen yang berimbas pada pengembangan bisnis fesyen para pelaku IKM,” ungkap Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan E. Ratna Utarianingrum.

Editor: Anna Suci Perwitasari