Duh, dana kelolaan reksadana melorot Rp 13 triliun di Februari gara-gara corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ditekan kuatnya sentimen penyebaran virus corona sejak awal tahun, dana kelolaan reksadana atau asset under management (AUM) Februari 2020 terpaksa bukukan penurunan sebanyak Rp 13,3 triliun atau turun sekitar 2,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini diperkirakan masih akan berlanjut di Maret 2020.

Berdasarkan laporan bulanan Infovesta Utama, dana kelolaan reksadana mengalami penurunan sebanyak Rp 13,37 triliun atau sekitar 2,54% menjadi Rp 513,26 triliun. Secara persentase, penurunan paling dalam berasal dari dana kelolaan reksadana saham sebanyak 8,41% atau sekitar Rp 10,45 triliun menjadi Rp 113,77 triliun. 

Baca Juga: Catat rekor terdalam, IHSG ditutup ambles 6,58% ke level 5.136,809


Sebaliknya, dari data yang dihimpun Infovesta Utama hanya reksadana pasar uang yang mencatatkan kenaikan. Itupun tipis, hanya naik 0,79% atau sekitar Rp 591,52 miliar menjadi Rp 75,32 triliun.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, turunnya total dana kelolaan di Februari 2020 sebagian besar karena tekanan sentimen Korona. "Saham turun paling signifikan,m terhantam efek Korona," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (9/3).

Selain itu, reksadana pendapatan tetap yang digadang-gadang jadi alternatif investor saat pasar mengalami tekanan pun ikut melorot di Februari 2020. Tercatat, reksadana pendapatan tetap turun 0,45% menjadi Rp 114,84 triliun di akhir Februari, dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level Rp 114,36 triliun. 

Wawan menjelaskan, penurunan reksadana pendapatan tetap akibat terpengaruh banyaknya dana asing yang keluar di bulan lalu dari Surat Utang Negara (SUN). Untuk itu jika tren tersebut terus berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan AUM reksadana pendapatan tetap bakal kembali mencatatkan penurunan di Maret 2020. "Kalau asing jualan terus di SUN, bisa saja harganya turun dan pendapatan tetap kembali terimbas," katanya.

Baca Juga: IHSG longsor, Kementerian BUMN kaji buyback saham emiten pelat merah

Meskipun begitu, dia meyakini penurunan yang terjadi tidak akan signifikan karena tertahan oleh penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Asal tahu saja, tren suku bunga rendah mampu membuat harga surat utang naik dan mendorong kinerja reksadana pendapatan tetap jadi lebih positif. 

Di sisi lain, ada reksadana pasar uang yang berhasil mencatatkan pertumbuhan dana kelolaannya di Februari lantaran investor cenderung ingin mengamankan asetnya. Wawan mengatakan, saat ini investor cenderung akan menempatkan dananya ke pasar uang karena dianggap paling aman. 

Editor: Tendi Mahadi