Duh, proyek Smelter Ifishdeco (IFSH) terhambat wabah corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus Corona berdampak ke sejumlah sektor, tak terkecuali energi dan tambang. Di subsektor mineral, Corona ikut menghambat pengerjaan sejumlah proyek pabrik pemurnian dan pengolahan alias smelter. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) adalah salah satu yang terkena dampaknya.

Sekretaris Perusahaan IFSH Christo Pranoto mengatakan, wabah corona ini berdampak ke PT Bintang Smelter Indonesia (BSI), anak usaha IFSH yang bergerak di bidang produksi dan penjualan produk turunan ore nikel berupa Nickel Pig Iron (NPI).

Baca Juga: Virus corona bikin sederetan turnamen olah raga ditunda


Christo tak menampik, wabah corona membuat produksi NPI dari fasilitas blast furnance BSI menjadi terhambat. "Jadi untuk BSI terkendala. Efeknya adalah mundurnya jadwal produksi NPI dari blast furnace eksisting," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (12/3).

Selain menghambat produksi smelter eksisting, Christo mengungkapkan bahwa wabah corona juga ikut mengganjal proyek rotary kin electric furnace (RKEF) yang tengah dikerjakan oleh IFSH. Hal tersebut lantaran Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China belum bisa kembali, serta ketersediaan komponen dan persiapan mesin yang berasal dari China yang tidak terpenuhi.

Alhasil, Chris pun menyatakan proyek smelter nikel IFSH ini akan mengalami kemunduran jadwal operasional. "Iya, kemungkinan mundur karena pabrikasi masih belum bisa lanjut karena pabrik dibatasi aktivitas dan tenaga kerjanya. Kemunduran pabrikasi diikuti kemunduran mesin ke Indonesia," terangnya.

Namun, Chris menyatakan bahwa progres pengerjaan RKEF tidak sepenuhnya berhenti, sebab masih ada yang bisa dikerjakan dengan komponen dan tenaga kerja lokal. "Kami tetap mengerjakan progres pembangunan RKEF yang dapat dilakukan di lokal seperti pondasi dan penyediaan listrik," sebutnya.

Baca Juga: Antisipasi efek wabah corona, Kadin minta pemerintah beri insentif untuk UMKM

Meski begitu, Chris tak membantah bahwa proyek RKEF ini tetap berpotensi untuk mundur dari jadwal operasional yang sebelumnya ditetapkan pada Januari 2022. Hanya saja, Chris bilang bahwa pihaknya masih mengkalkulasi penjadwalan ulang atas operasional smelter RKEF nikel tersebut.

Editor: Tendi Mahadi