Duh, virus corona juga menghantam kredit pariwisata



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran virus corona tak cuma bakal berimbas ke penyaluran kredit bernilai besar. Segmen mikro terutama kredit usaha rakyat (KUR) juga bakal kena imbas. Sebab, sejumlah bank penyalur KUR tadinya bakal mengandalkan sektor pariwisata buat menopang pertumbuhan.

Apalagi tahun ini, beberapa kebijakan juga diterbitkan pemerintah guna mendorong penyaluran KUR. Misalnya, penurunan suku bunga dari 7% menjadi 6%. Sementara nilai plafon juga ditingkatkan dari Rp 140 triliun pada 2019 menjadi Rp 190 triliun untuk tahun ini.

Baca Juga: Pembiayaan BRIsyariah tumbuh 25,29% di tahun 2019


PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya mengaku penyebaran virus corona bakal jadi tantangan penyaluran KUR perseroan tahun ini. SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Zedo Faly bilang KUR pariwisata bakal jadi andalan perseroan.

“Sektor pariwisata jadi andalan untuk memacu KUR produktif yang tahun ini ditargetkan bisa disalurkan mencapai 60% dari alokasi yang kami terima,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (7/2).

Tahun ini, perseroan dapat alokasi penyaluran KUR senilai Rp 30 triliun, meningkat 16,6% dibandingkan alokasi yang diterima tahun lalu sebesar Rp 25 triliun.

Sedangkan tahun lalu, bank berlogo pita emas ini berhasil menyalurkan 50,1% atau setara Rp 12,53 triliun ke sektor KUR produktif. Misalnya ke sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, pertambangan, dan jasa produksi.

Baca Juga: Perbankan Bersaing dengan Fintech dan BPR

“Kami tentu berharap, tidak ada dampak besar dan signifikan terhadap penyaluran KUR pariwisata kami. Kami juga akan lebih intens berkomunikasi dengan debitur, misalnya terkait penurunan jumlah wisatawan sehingga bisa dapat informasi terbaru, dan kami dapat membantu memberikan solusi,” jelas Zedo.

Editor: Tendi Mahadi