Dwi Guna Laksana (DWGL) cetak laba Rp 66,34 miliar di kuartal III, ini pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja apik berhasil ditorehkan oleh PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL). Emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 66,34 miliar per kuartal ketiga 2020. Capaian ini membaik dari realisasi kinerja DWGL di kuartal ketiga 2019 yang masih membukukan kerugian bersih hingga Rp 32,13 miliar.

Namun, DWGL membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar  10,47% secara tahunan menjadi Rp 1,23 triliun. Herman Fasikhin, Presiden Direktur Dwi Guna Laksana mengatakan, turunnya pendapatan DWGL hingga kuartal ketiga 2020 disebabkan oleh dua faktor utama.

Pertama, secara tonase, realisasi penjualan batubara konsolidasian grup hingga periode kuartal ketiga 2020 memang lebih rendah 4% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.


Baca Juga: Konsorsium WIKA raih kontrak pembangunan green building di UGM

Herman membeberkan, sampai dengan kuartal ketiga 2020, DWGL dan entitas anak telah berhasil mencatatkan realisasi penjualan sebesar 1.8 juta metric ton (MT) atau turun 4% secara tahunan.  Sebagian besar penjualan ini disumbang oleh penjualan kepada pelanggan utama DWGL, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Meski secara tahunan menurun, namun realisasi penjualan ini setara dengan 103% dari target yang dianggarkan DWGL tahun ini.  Hingga akhir tahun 2020, masih terdapat sisa target penjualan sebesar 600 ribu MT yang harus dipenuhi DWGL dan entitas anaknya selama kuartal keempat ini untuk dapat mencapai target sampai dengan akhir tahun 2020.

Faktor kedua yang membuat pendapatan DWGL menurun adalah tidak adanya pendapatan dari jasa pemasaran pada tahun 2020 yang seharusnya dikontribusi oleh anak perusahaan yaitu PT Sinergi Laksana Bara Mas.  

Baca Juga: Indomobil (IMAS) catat rugi bersih Rp 467,24 miliar di kuartal III-2020, ini sebabnya

Melansir laporan keuangan, penjualan batubara masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan DWGL yakni sebesar Rp 1,22 triliun atau mencapai 99,8% dari total pendapatan DWGL. Sisanya merupakan pendapatan dari jasa pelabuhan senilai Rp 2,5 miliar.

Editor: Tendi Mahadi