Ekonom: Penurunan ekspor turunkan pemasukan devisa hasil ekspor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sepanjang kuartal I-2020, Bank Indonesia (BI) mencatat total devisa hasil ekspor (DHE) yang masuk mencapai US$ 33,44 miliar atau 80,1% dari total nilai transaksi ekspor di tiga bulan pertama tahun ini.

Menurut data yang diterima Kontan.co.id dari BI, jumlah perolehan DHE tersebut rupanya lebih rendah daripada jumlah yang masuk pada kuartal IV-2019 yang sebesar US$ 35,66 miliar atau setara 82,2% dari nilai transaksi ekspor.

Baca Juga: BI catat devisa hasil ekspor sebesar US$ 33,44 juta di kuartal I 2020


Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, penurunan jumlah penerimaan DHE pada kuartal tersebut lebih dipengaruhi oleh penerimaan ekspor yang turun. Ini terlihat dari nilai transaksi ekspor pada kuartal I-2020 yang sebesar US$ 41,75 miliar atau lebih kecil dari kuartal IV-2019 yang mencapai US$ 43,36 miliar.

"Ya karena pergerakan ekspor menurun, apalagi komoditas yang menurun sekali dibandingkan tahun 2019," kata David kepada Kontan.co.id, Minggu (26/7).

Menurut David, pasokan DHE merupakan salah satu hal yang penting bagi Indonesia. Pasalnya, investasi portofolio yang masuk ke Indonesia juga belu terlalu deras sehingga Indonesia memang akan mengandalkan peran investor domestik.

Baca Juga: Ramai isu pengawasan bank kembali ke BI, ini hasil temuan BPK terhadap OJK

Selain itu, Indonesia juga membutuhkan devisa untuk menutup defisit transaksi berjalan atau current accound deficit (CAD). Untuk itu, David mengimbau agar Indonesia bisa mengoptimalkan penerimaan DHE dengan cara mendorong ekspor.

Editor: Noverius Laoli