Ekonomi global melambat, kredit ekspor-impor bank masih melaju



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan penyaluran kredit ekspor impor masih besar di tengah tensi perang dagang China-US yang masih panas. Meski begitu, sebagian bank masih berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup bagus dari sisi penyaluran kredit di sektor ini.

PT Bank Negara Indonesia Tbk misalnya mencatat pertumbuhan kredit ekspor impor tumbuh signifikan per Agustus yakni di kisaran 35%-40%.

Baca Juga: Bunga deposito mulai turun, paling tinggi 7%


"Kredit ekspor merupakan salah satu  produk unggulan, yang diharapkan akan memberikan kontribusi ke pertumbuhan kredit BNI yang berkualitas dan sustain," kata Bob Tyasika Ananta, Direktur Tresuri dan Internasional BNI pada Kontan.co.id, Rabu (2/10).

Untuk mendukung pertumbuhan ekspor yang berkualitas, BNI berupaya untuk mengoptimalisasikan cabang-cabang BNI yg berada luar negeri yang mempunyai akses dan pengetahuan ke pasar setempat di luar negeri.

Sejalan dengan kondisi perekonomian global yg cukup menantang, BNI akan lebih selektif dan prudent dalam menyalurkan kredit ekspor impor ke depan. Strateginya, fokus membiayai perusahaan yang bisnisnya berkaitan dengan Indonesia, prominent players di supply chain global, serta pada sektor yang masih mempunyai prospek secara global.

Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100) telah menyalurkan kredit ekspor impor Rp 7,6 triliun per Juli 2019, itu tumbuh 16% year on year (yoy). Raymon Yonarto, Sekretaris Perusahaan BCA bilang, penyaluran kredit di sektor ini akan dilakukan tergantung kebutuhan nasabah.

Baca Juga: PKPU Duniatex dikabulkan

Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, anggota indeks Kompas100) telah menyalurkan kredit ekspor impor Rp 19,5 triliun per Agustus. Realisasi tersebut tumbuh relatif stagnan. Kredit itu paling besar diberikan pada sektor Industri Kertas, pertambangan, dan Perkebunan.

Editor: Tendi Mahadi