Emiten ini malah kecipratan untung akibat pandemi corona



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di saat emiten-emiten lain merevisi target kinerja mereka akibat terpapar wabah Corona (Covid-19), ada satu emiten yang justru mengalap berkah dari adanya pandemi ini.

Adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang mendapatkan pengaruh positif akibat pandemi ini.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5), manajemen BULL mengatakan terjadinya wabah Covid-19 telah meningkatkan kinerja usaha BULL.


Baca Juga: Buana Lintas Lautan (BULL) mengerek utilisasi di tengah pandemi covid-19

Virus yang berawal dari Wuhan, China tersebut telah menghentikan sebagian besar aktivitas ekonomi global dan sangat membatasi mobilitas penduduk dan barang di seluruh dunia. Akibatnya, konsumsi minyak dunia jatuh pada titik terendahnya.

Manajemen BULL memperkirakan, konsumsi minyak dunia turun sebanyak 35 juta barel per hari sepanjang April 2020 bila dibandingkan dengan konsumsi akhir tahun 2019.

Bahkan dengan diberikannya kelonggaran karantina wilayah (lockdown), konsumsi minyak dunia masih diproyeksikan lebih rendah dari tahun lalu sebanyak yakni di kisaran 25 juta barel per hari di bulan Mei 2020.

Oleh karena itu, meskipun OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak 9,7 juta barel per hari pada pertengahan bulan April 2020 dan adanya tambahan pengurangan produksi minyak 5 juta barel per hari, produksi minyak dunia masih melampaui permintaan sebesar 10,3 juta barel per hari.

Baca Juga: IHSG masih tertekan, pilih saham blue chips atau saham lapis kedua?

“Dengan demikian, diperkirakan dunia dapat kekurangan tempat penyimpanan minyak di darat dan akan lebih banyak minyak disimpan di atas kapal tanker minyak berukuran besar, termasuk jenis kapal tanker yang dimiliki oleh BULL, yang mana akan meningkatkan tarif sewa kapal tanker minyak,” tulis manajemen BULL.

Saat ini tarif sewa rata-rata tahun 2020 untuk kapal tanker berjenis Aframax di pasar internasional adalah US$ 44.153 per hari atau 123% lebih tinggi dari rata-rata tahun lalu yaitu US$ 19.840 per hari untuk periode yang sama dan 156% lebih tinggi dari rata-rata tarif sewa di pasar Indonesia yaitu US$ 17.250 per hari.

Editor: Noverius Laoli